Nutrisi

Alternatif Penyedap Rasa pada Makanan Sehat untuk Anak

12-11-2019

Mengakali Makanan Sehat untuk Anak Tetap Lahap Makan

Urusan makan Si Buah Hati memang selalu membuat kita kewalahan. Saat Bunda mencoba membuat makanan sehat untuk anak, ia tampak kurang berselera. Namun, ketika mengajak Si Buah Hati makan di luar rumah, ia jadi terpapar penyedap rasa buatan. Memang membuatnya lebih lahap makan, namun memiliki efek buruk untuk jangka panjang Si Buah Hati.

Dampak Konsumsi Penyedap Rasa Buatan Terhadap Kesehatan Anak 

Ahli diet berlisensi, Katherine Zeratsky, R.D., L.D. melalui Mayoclinic.org mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun, Food and Drug Administration (FDA) di Amerika telah menerima banyak laporan tentang reaksi negatif terhadap makanan yang mengandung MSG, seperti sakit kepala, berkeringat, kesemutan, jantung berdebar, mual, dan tubuh menjadi lemas. Tentu Bunda tidak ingin Si Buah Hati mengalami hal ini bukan?

Pilih Penyedap Rasa Alami untuk Menu Sehat Si Buah Hati

Bagaimana agar Si Buah Hati tetap berselera meski dengan makanan rumahan yang sehat? Tekankan pada diri sendiri bahwa kebiasaan makan sehat bisa dan harus dibentuk sejak dini. Persoalan menggugah selera makan Si Buah Hati hanya perlu dua hal, kreativitas dan kesabaran Bunda.

Makanan sehat dengan gizi seimbang tidak selalu tidak menarik atau kurang sedap. Bunda bisa menyontek resep makanan sehat untuk anak dari internet, namun untuk memberikan tambahan rasa, cukup gunakan bahan dapur yang alami, seperti:

1. Gula

Selain memberi rasa manis, gula dalam masakan juga mampu menambah cita rasa gurih jika dipadukan dengan bumbu lainnya. Namun perlu diingat, anjuran konsumsi gula dari Permenkes per orang per harinya adalah 10% dari total energi (200 kkal) atau setara dengan 4 sendok makan gula/orang/hari (50 gram/orang/hari). Untuk mengakalinya, Bunda bisa mengurangi  jumlah gula di resep masakan menjadi setengahnya saja, atau mengganti gula dengan vanili atau kayu manis.

 

2. Garam

Kandungan sodium yang terdapat pada garam dalam jumlah tertentu memang memiliki banyak manfaat, di antaranya dapat membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Namun, sesuai dengan anjuran Peraturan Kementrian Kesehatan No 30 Tahun 2013 , konsumsi garam harian per orang adalah 2000 mg natrium atau setara dengan 1 sendok teh/orang/hari (5 gram/orang/hari). Sebagai penggantinya, gunakan bawang putih, bawang merah, atau bawang bombay.

 

3. Bawang-bawangan

Bawang merah, bawang putih, bawang bombay, hingga daun bawang telah lama digunakan untuk menambah rasa pada masakan. Selain itu, bawang putih juga telah lama digunakan untuk membantu mengatasi kondisi yang berhubungan dengan jantung dan sistem darah (tekanan darah tinggi, tekanan darah rendah, kolesterol tinggi, serangan jantung, dsb). Cukup iris atau cincang kemudian tumis bawang sebelum dimasukkan ke dalam masakan.

 

4. Keju

Selain membantu memberi rasa asin atau gurih pada masakan, keju juga merupakan sumber protein dan kalsium. Namun, tetap gunakan keju dengan bijak dalam masakan. Pakai setengah saja dari jumlah yang tercantum di resep, atau gunakan keju yang rasanya lebih kuat (Parmesan, Romano, Sharp Cheddar) dalam jumlah lebih sedikit lagi untuk porsi makan Si Buah Hati.

Agar kesehatan Si Buah Hati senantiasa terjaga, pastikan Bunda memberikan variasi makanan sehat untuk anak yang mengandung gizi lengkap dan seimbang. Bantu lengkapi asupan gizinya dengan memberikan DANCOW Advanced Excelnutri+, susu pertumbuhan anak usia di atas 1 tahun yang mengandung protein, kalsium, vitamin (A, D, E, K, C), selenium, zink, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), Lactobacillus rhamnosus, serta serat pangan inulin. Dapatkan pula inspirasi menu sehat untuk Si Buah Hati dari pakar gizi DANCOW di https://www.dancow.co.id/dpc/piring-nutrisi.