Parenting

Kunci Pola Asuh Bagi Ibu dengan Keterbatasan Fisik

28-07-2022

keterbatasan fisik

Para ibu yang memiliki keterbatasan fisik, atau disebut juga dengan penyandang disabilitas fisik, harus melakukan perjuangan yang berat saat memiliki Buah Hati. Tak hanya melawan berbagai stigma dan stereotipe di masyarakat tentang ibu keterbatasan fisik, para ibu ini juga harus memastikan agar Buah Hati-nya dapat menjalani tumbuh-kembang yang optimal dengan pola asuh yang tepat. Seperti apa pola asuh yang disarankan untuk para ibu dengan keterbatasan ini?

Kendala yang Dihadapi Seorang Ibu dengan Keterbatasan Fisik

Sekitar 15 persen dari populasi dunia adalah penyandang disabilitas, dan yang paling umum adalah keterbatasan fisik. Secara umum, orang dengan keterbatasan fisik bisa diartikan sebagai kehilangan bagian tubuh atau gangguan fungsi tubuh seseorang dalam jangka waktu panjang yang mengakibatkan terbatasnya gerakan, daya tahan, ketangkasan, serta fungsi tubuh.

Perjuangan ibu disabilitas membesarkan anak terus berlanjut; tak hanya dalam menghadapi berbagai stigma dan stereotipe, tapi juga melakukan berbagai penyesuaian dalam mengasuh dan membesarkan Buah Hatinya. Mulai dari pemilihan peralatan, penyesuaian tempat tinggal agar dapat memberi akses yang memudahkan pergerakan, hingga menyewa pengasuh anak untuk membantu mengasuh Si Buah Hati untuk hal-hal yang tak bisa dilakukan sendiri oleh ibunya karena keterbatasan fisik.

Tips Pola Asuh bagi Ibu dengan Keterbatasan Fisik

Banyak contoh ibu difabel tetap bisa besarkan anak di tengah-tengah keterbatasan. Para ibu ini tidak menyerah dengan keterbatasan yang mereka miliki dan tetap berusaha maksimal untuk memberikan pengasuhan dan perawatan yang terbaik bagi Si Buah Hati. Beberapa cara yang disarankan oleh komunitas dan sesama ibu penyandang disabilitas fisik adalah:

  • Memiliki support system yang paham kondisi. Bentuklah satu kelompok support system yang dapat diandalkan. Baik pasangan, anggota keluarga, pengasuh anak, teman baik, dan asisten rumah tangga, harus dipastikan semua benar-benar memahami kondisi ibu penyandang disabilitas, serta pola asuh dan perawatan yang ingin diterapkan kepada Si Buah Hati.
     
  • Bergabung dengan komunitas. Mencari organisasi penyandang disabilitas dan komunitas khusus ibu penyandang disabilitas akan sangat membantu untuk mendapatkan informasi dan tips mengenai pengasuhan Buah Hati. Tak hanya itu, para ibu dengan keterbatasan fisik ini juga akan mendapat saran-saran menghadapi berbagai kendala yang dapat terjadi.
     
  • Mencari informasi tentang pola asuh sebanyak-banyaknya. Pada dasarnya, pola pengasuhan Si Buah Hati, baik yang dilakukan oleh ibu normal maupun ibu penyandang disabilitas, tak jauh berbeda. Namun memang, ada penyesuaian yang harus dilakukan akibat keterbatasan ibu. Berkonsultasi kepada ahlinya serta meminta masukan dari komunitas akan sangat membantu penerapan pola asuh yang tepat bagi Si Buah Hati.

Baca Juga: 3 Parenting Style yang Perlu Diterapkan pada Buah Hati

Kunci pengasuhan Buah Hati oleh ibu dengan keterbatasan fisik adalah komunikasi dan edukasi yang baik tentang kondisi Bundanya. Ia harus memahami keterbatasan yang dimiliki oleh Bunda-nya sejak awal sehingga terlatih untuk mengikuti aturan, misalnya harus berjalan di sebelah Bundanya saat di luar rumah karena Bunda akan kesulitan mengejar jika berlari-lari.

Para ibu dengan keterbatasan fisik juga disarankan untuk tak memaksakan diri dalam pengasuhan Buah Hatinya dan mau menerima bantuan dari support system-nya. Misalnya saja, pengasuhnya yang mengantar saat ia harus les renang karena area kolam renang tidak memiliki akses dan fasilitas untuk ibu dengan keterbatasan fisik.

Untuk quality time bersama Si Buah Hati, ibu dengan keterbatasan fisik bisa memilih kegiatan lain yang juga menyenangkan dan dapat dilakukan bersama. Terlepas dari segala keterbatasan yang Bunda miliki, pahamilah bahwa usaha yang Bunda lakukan telah maksimal. Dengan demikan, Si Buah Hatipun akan merasakan kasih sayang dan perhatian yang diberikan karena Cinta Bunda sempurna.

Untuk mendukung tumbuh-kembang optimal Si Buah Hati, pastikan ia mendapatkan asupan gizi yang lengkap untuk sehari-hari. Salah satu caranya adalah memberikan susu sebagai pelengkap gizi Si Buah Hati.

DANCOW FortiGro adalah susu yang diformulasikan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah 6-12 tahun. Ketika memasuki usia sekolah, kebutuhan gizinya berbeda dibandingkan tahapan sebelumnya. DANCOW FortiGro mengandung vitamin dan mineral yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental serta mendukung imunitas Si Buah Hati.

Di dalam segelas susu DANCOW FortiGro mengandung gizi untuk dukung imunitas seperti zat besi, zink, Vitamin A, C, dan D; kandungan gizi untuk dukung proses belajar seperti Vitamin B1, B2, B3, B6, serta Omega 6 dan DHA (khusus varian Instant kemasan boks); serta kandungan gizi untuk membantu pertumbuhan seperti protein dan kalsium.

Kandungan DANCOW FortiGro yang lengkap ini dapat bantu penuhi asupan gizi seluruh anggota keluarga dan juga aman dikonsumsi. Kini tersedia dalam tiga macam varian yaitu Instant, Cokelat, dan Full Cream. Selain itu juga, DANCOW FortiGro dilengkapi dengan kemasan UHT siap minum rasa Cokelat, Stroberi, dan Vanila yang praktis dikonsumsi ketika di sekolah atau dalam perjalanan.

Keterbatasan fisik yang dimiliki sebagian ibu memang akan berpengaruh kepada pola asuh. Namun dengan dukungan support system dan pilihan pola asuh yang tepat, maka tumbuh-kembang Si Buah Hati tetap akan berlangsung optimal.