Nutrisi

Perlukah Susu Anak Penambah Berat Badan? Simak di Sini!

08-11-2022

Perlukah Susu Anak Penambah Berat Badan? Simak di Sini!

Berat badan Si Buah Hati yang bertambah sesuai dengan rentang normal pada usianya merupakan salah satu indikator bahwa pertumbuhannya berlangsung dengan optimal. Saat berat badannya tidak naik dengan memadai sesuai usianya, maka Si Buah Hati disebut mengalami gagal tumbuh (failure to thrive). Salah satu cara yang banyak disarankan untuk menambah berat badannya dengan cepat adalah mengonsumsi susu anak penambah berat badan. Apakah hal ini diperlukan dan membawa hasil sesuai harapan? Yuk, Bunda, pahami informasinya agar tidak salah paham.

Apa Penyebab Si Buah Hati Gagal Tumbuh?

Saat Si Buah Hati memiliki berat badan yang rendah, disebut secara klinis sebagai gagal tumbuh, maka berat badannya berada di rentang -3 SD (standar deviasi) sampai <-2 SD di tabel berat badan menurut umur dari data rekomendasi pertumbuhan anak WHO, sedangkan berat badan yang sangat rendah berada di <-3 SD. Si Buah Hati juga akan dianggap kurus jika skor Indeks Massa Tubuh (IMT) berada di rentang -3 SD sampai <-2 SD di tabel standar IMT menurut umur.

Penyebab Si Buah Hati gagal tumbuh dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu kurangnya asupan makanan, meningkatnya pengeluaran, dan meningkatnya kebutuhan kalori. Penyebabnya juga bisa bersifat organik dan anorganik. Penyebab organik misalnya, adanya kelainan yang membuat ia kesulitan untuk menelan. Sedangkan penyebab anorganik misalnya pemberian makanan yang jumlah kalorinya tidak mencukupi kebutuhannya.

Ada beberapa kondisi yang membuat anak mengalami gagal tumbuh dan berat badannya rendah yang termasuk dalam tiga kategori di atas, di antaranya adalah:

  • Asupan kalori yang tidak mencukupi. Sekitar 90 persen kejadian anak yang gagal tumbuh disebabkan oleh kondisi ini. Asupan kalori yang kurang bisa terjadi karena orang tua atau pengasuh tidak mempertimbangkan umur, jenis kelamin, ukuran, aktivitas, dan kondisi medis anak saat memberinya makanan.
     
  • Anak makan terlalu sedikit. Anak yang picky eater atau mempunyai masalah kesehatan yang membuatnya sulit untuk menelan makanan (misalnya sumbing di langit-langit mulut) cenderung makan dalam jumlah terlalu sedikit. Penderita autis yang sangat memilih tekstur dan rasa makanan juga berpotensi untuk makan terlalu sedikit. Ada pula keluarga yang pendapatannya sangat rendah sehingga orang tua tidak sanggup untuk menyediakan makanan dalam jumlah sesuai kebutuhan anak.
     
  • Masalah di saluran pencernaan. Penyakit Celiac dan fibrosis kistik dapat membuat tubuh anak tidak dapat menyerap gizi yang terkandung di dalam makanan sehingga berat badannya sulit untuk bertambah. Sedangkan penyakit dan masalah lain seperti penyakit Crohn, GERD (gastroesophageal reflux disease), dan penyakit hati kronis membuat anak malas untuk makan atau malah memuntahkan makanan yang sudah dimakan.
     
  • Kebutuhan kalori yang tinggi. Beberapa gangguan kesehatan membuat anak membutuhkan asupan kalori yang lebih besar dibanding anak-anak seusianya, misalnya kelenjar tiroid yang terlalu aktif dan penyakit jantung bawaan. Kedua penyakit ini mempercepat metabolisme tubuh sehingga anak butuh kalori ekstra untuk memenuhi kebutuhannya.

Mengatasi Si Buah Hati yang Gagal Tumbuh

Jika Si Buah Hati terdiagnosis oleh dokter anak mengalami gagal tumbuh, maka cara yang dilakukan untuk mengatasinya adalah menambah asupan kalori agar berat badannya dapat naik. Jika penyebabnya berkaitan dengan kesehatan, maka kemungkinan besar dokter anak akan melibatkan dokter spesialis lainnya untuk pengobatan gangguan kesehatan tersebut sehingga Si Buah Hati bisa makan dan berat badannya naik.

Mengatasi gagal tumbuh umumnya dapat dilakukan di rumah. Dokter anak dan ahli gizi akan memberi panduan mengenai asupan makanan yang dapat menambah berat badan Si Buah Hati, termasuk susu anak penambah berat badan, dan strategi pemberiannya. Bunda juga harus memeriksakan Si Buah Hati secara berkala ke dokter anak untuk mengetahui hasilnya.

Baca Juga: Kandungan Susu FortiGro untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Penambahan berat badan harus dilakukan secara sehat. Misalnya saja dengan membagi asupan makanan utama menjadi 4-5 porsi yang lebih kecil dalam sehari dan tidak memaksakan Si Buah Hati untuk makan tiga kali sekali dalam porsi yang besar. Sebagai tambahan, bisa juga disertakan camilan dua kali dalam sehari. Jenis makanan yang disarankan adalah yang padat gizi, terutama yang memiliki kalori tinggi.

Beberapa jenis makanan dan minuman yang disarankan untuk menambah berat badan Si Buah Hati di antaranya adalah:

  • Susu full cream. Kandungan lemak susu yang lebih tinggi membuatnya memiliki kalori yang tinggi, sehingga cocok untuk menambah berat badan. Pilih susu penambah berat badan anak rasa coklat, stroberi, atau rasa apa pun yang ia sukatui. Tak hanya diminum langsung, susu juga bisa dijadikan sebagai bahan dari makanan utama yang Bunda sajikan, misalnya sereal dan susu pada pagi hari, atau salad buah yang diberikan susu di sausnya.
  • Produk turunan susu (dairy). Keju dan yoghurt bisa menjadi produk turunan susu untuk penambah berat badan anak, terutama jika yang dibuat dari susu full cream.
  • Berbagai bentuk mentega kacang, bisa berupa kacang tanah, almond, dan kacang mete.
  • Buah-buahan tinggi lemak, seperti alpukat dan kelapa.
  • Berbagai variasi hidangan telur.
  • Trail mix, yang terdiri dari buah-buahan yang dikeringkan, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

DANCOW FortiGro Sebagai Susu untuk Penambah Berat Badan Anak

Kekhawatiran dan usaha Bunda agar Si Buah Hati dapat menambah berat badan merupakan bukti #CintaBundaSempurna. Bunda bisa pilihkan susu anak yang sesuai dengan kebutuhan menambah berat badannya, seperti DANCOW FortiGro.

DANCOW FortiGro adalah susu yang diformulasikan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah 6-12 tahun. Ketika memasuki usia sekolah, kebutuhan gizinya berbeda dibandingkan tahapan sebelumnya. DANCOW FortiGro mengandung vitamin dan mineral yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental serta mendukung imunitas Si Buah Hati.

Di dalam segelas susu DANCOW FortiGro mengandung gizi untuk dukung imunitas seperti zat besi, zink, Vitamin A, C, dan D; kandungan gizi untuk dukung proses belajar seperti Vitamin B1, B2, B3, B6, serta Omega 6 dan DHA (khusus varian Instant kemasan boks); serta kandungan gizi untuk membantu pertumbuhan seperti protein dan kalsium.

Kandungan DANCOW FortiGro yang lengkap ini dapat bantu penuhi asupan gizi seluruh anggota keluarga dan juga aman dikonsumsi. Kini tersedia dalam tiga macam varian yaitu Instant, Cokelat, dan Full Cream. Selain itu juga, DANCOW FortiGro dilengkapi dengan kemasan UHT siap minum rasa Cokelat, Stroberi, dan Vanila yang praktis dikonsumsi kapan saja dan di mana saja. Bunda juga bisa berpartisipasi mengumpulkan poin dan dapatkan hadiah menarik di Parenting Rewards.

Bunda bisa pilih DANCOW FortiGro Full Cream dan diselingi dengan DANCOW FortiGro susu UHT untuk penambah berat badan anak. Dengan konsumsi secara teratur sesuai saran ahli gizi, masalah berat badan Si Buah Hati yang kurang akan terselesaikan.