Parenting

Bunda, Yuk, Intip 5 Cara Atasi Dilema Ibu Bekerja Ini!

28-07-2022

dilema ibu bekerja​

Seorang perempuan memiliki banyak peran dalam hidupnya. Ada peran sebagai anak, ibu, pekerja, istri, dan lainnya. Sering kali peran-peran bertabrakan sehingga membuat dilema karena merasa harus mengorbankan salah satunya. Dilema yang paling banyak dialami adalah dilema ibu bekerja, saat seorang ibu harus bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan keuangan keluarga.

Dampak Ibu Bekerja terhadap Pengasuhan Buah Hati

Mungkin Bunda juga mengalami dilema seorang ibu yang bekerja. Di sepanjang waktu Bunda bekerja di kantor, Bunda mempercayakan Si Buah Hati di tangan guru-gurunya di sekolah, lalu beralih ke pengasuhan oleh keluarga, asisten rumah tangga, atau pengasuh anak saat ia di rumah. Walau bisa memantau terus kondisi Si Buah Hati, tapi lebih sedikitnya waktu yang Bunda miliki untuknya tidak jarang memunculkan rasa bersalah. Namun di sisi lain, jika berhenti bekerja Bunda juga merasa bersalah karena tidak dapat membantu memenuhi kebutuhan keuangan keluarga.

Baik bagi Bunda dan Si Buah Hati, bekerja dapat memberi dampak positif dan negatif. Bagi Bunda, positifnya adalah mempunyai penghasilan sehingga dapat membantu keuangan keluarga, juga bisa disimpan sebagai dana cadangan jika terjadi sesuatu yang tak terduga. Berkarir juga meningkatkan kepuasan diri karena dapat memberikan keahlian dan kemampuan yang dimiliki untuk perusahaan. Namun bekerja berpotensi besar untuk membuat Bunda menjadi kelelahan dan stres, apalagi jika tidak memiliki support system yang memandai untuk mengurus rumah dan mengasuh Si Buah Hati.

Sedangkan bagi Si Buah Hati, ibu yang bekerja membuatnya merasa kehilangan karena waktunya bersama Bunda menjadi berkurang, apalagi saat ia benar-benar butuh Bunda karena ingin mencurahkan isi hati. Nilai plusnya, kondisi Bunda yang bekerja akan melatih Si Buah Hati untuk menjadi lebih mandiri serta membantu ia memahami bahwa perempuan juga bisa aktif dan memiliki peran yang besar. Bunda yang bekerja juga membuat ia memiliki aspirasi lebih tinggi di bidang pendidikan dan karir.

Tips Mengatasi Dilema Ibu Bekerja

Hadirnya perasaan bersalah, membuat banyak ibu-ibu bekerja yang memberi kompensasi yang berlebihan kepada Buah Hati-nya, padahal ini dapat membuatnya menjadi manja. Kunci mengatasi dilema ibu bekerja meninggalkan anak adalah yakin dengan keputusan untuk bekerja dan menjaga keseimbangan. Beberapa cara yang dapat Bunda lakukan adalah:
 

Memantapkan alasan untuk bekerja

Terus-menerus merasa bersalah tidak baik dampaknya bagi diri Bunda dan Si Buah Hati. Karena itu, pikirkan kembali alasan Bunda untuk bekerja dan mantapkan diri untuk melakukannya. Saat Bunda mulai merasa bersalah, ingatlah kembali alasan-alasan Bunda membuat keputusan tersebut dan berpegang teguh kepada alasan-alasan tersebut.

Tentukan prioritas

Ada saja godaan untuk menghabiskan waktu untuk hang out bersama teman-teman kantor saat pulang kerja, atau permintaan untuk menjadi pengurus di organisasi orang tua murid. Ingat kembali prioritas Bunda dan jangan segan untuk menolak jika memang tak punya waktu.

Minta dukungan dan bantuan

Sadarilah bahwa Bunda tidak bisa melakukan segala sesuatunya sendirian. Karena itu, jangan ragu untuk meminta bantuan keluarga, teman dekat, bahkan tetangga dekat saat perlu. Jika keadaan keuangan memungkinkan, Bunda bisa memperkerjakan asisten rumah tangga dan pengasuh anak. Atasi dilema ibu bekerja saat anak sakit dengan, misalnya, minta bantuan keluarga untuk mengawasinya.

Baca Juga: Kandungan Susu Dancow FortiGro Full Cream untuk Kelengkapan Gizi Anak

Menerapkan pola asuh “good enough”

Salah satu bentuk pola asuh yang banyak diadopsi untuk mengatasi dilema ibu bekerja adalah pola asuh good enough, yaitu mengasuh Si Buah Hati dengan cukup dan wajar tanpa memaksakan diri untuk menjadi sempurna. Hal ini membantu Bunda dan pasangan untuk menyeimbangkan waktu dalam bekerja, mengasuh Si Buah Hati, bahkan untuk me-time.

Perhatikan dan rawat diri

Menjalani berbagai peran tak hanya membuat Bunda kelelahan tapi juga mengabaikan kondisi diri-sendiri. Padahal jika Bunda kurang istirahat dan kemudian sakit, dampaknya tak hanya bagi diri Bunda tapi juga ke orang-orang lain. Karena itu, selalu sempatkan untuk istirahat yang cukup, mencukupi kebutuhan gizi, dan menerapkan gaya hidup sehat.
 

Di tengah dilema ibu bekerja, tentu hal-hal positif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mood dan kualitas hidup Bunda haru terus ditanamkan. Dengan kualitas hidup yang terjaga, Si Buah Hati juga tetap dapat bertumbuh-kembang dengan baik karena walau bagaimanapun, #CintaBundaSempurna. Dan itu yang dibutuhkan anak.

Sebagai pelengkap yang tidak kalah penting, pemenuhan zat gizi Si Buah Hati harus tetap tercukupi walaupun Bunda bekerja. Salah satu caranya, Bunda bisa memberikan Si Buah Hati DANCOW FortiGro. Susu yang diformulasikan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah 6-12 tahun.

Ketika memasuki usia sekolah, kebutuhan gizinya berbeda dibandingkan tahapan sebelumnya. DANCOW FortiGro mengandung vitamin dan mineral yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental serta mendukung imunitas Si Buah Hati.

Di dalam segelas susu DANCOW FortiGro mengandung gizi untuk dukung imunitas seperti zat besi, zink, Vitamin A, C, dan D; kandungan gizi untuk dukung proses belajar seperti Vitamin B1, B2, B3, B6, serta Omega 6 dan DHA (khusus varian Instant kemasan boks); serta kandungan gizi untuk membantu pertumbuhan seperti protein dan kalsium.

Kandungan DANCOW FortiGro yang lengkap ini dapat bantu penuhi asupan gizi seluruh anggota keluarga dan juga aman dikonsumsi. Kini tersedia dalam tiga macam varian yaitu Instant, Cokelat, dan Full Cream. Selain itu juga, DANCOW FortiGro dilengkapi dengan kemasan UHT siap minum rasa Cokelat, Stroberi, dan Vanila yang praktis dikonsumsi ketika di sekolah atau dalam perjalanan.

Mengatasi dilema ibu yang bekerja memang tidak mudah, tapi jika memiliki tekad yang kuat, Bunda pasti dapat melakukannya.