Nutrisi

Anak Susah Makan? Bunda Bisa Coba Cara Ini

11-11-2020

Anak Susah Makan? Bunda Bisa Coba Cara Ini

Makin tinggi usia Si Buah Hati, maka tambah pula variasi makanannya. Bisa jadi, di masa ini Bunda berusaha keras untuk memenuhi nutrisi dan gizi yang dibutuhkan oleh Si Buah Hati.

Yang paling mengkhawatirkan adalah kala Si Buah Hati mengalami susah makan. Seperti sering menutup mulut rapat-rapat atau melepeh makanan yang sudah masuk mulut. Untuk mengatasinya, Bunda pun berusaha ekstra keras membujuk Si Buah Hati untuk makan. Hingga proses makan membuat Bunda maupun Si Buah Hati sama-sama stres.

Banyak hal yang dapat menjadi penyebab Si Buah Hati susah makan, antara lain dapat disebabkan oleh faktor fisik dan psikis. Contoh faktor fisik misalnya ada gangguan organ pencernaan atau bagian mulut yang mengalami sariawan atau tumbuh gigi. Sementara faktor psikis terjadi kala proses makan kurang menyenangkan atau makanan anak 1 tahun, baik secara rasa atau tampilan.

Masalahnya bila anak susah makan, bisa jadi kebutuhan nutrisi dan gizinya tidak akan tercukupi. Kalau sudah begini, bisa jadi proses pertumbuhan dan eksplorasi Si Buah Hati akan terganggu. Tetapi Bunda jangan khawatir. Berikut ada beberapa cara mengatasi anak susah makan dari dokter spesialis anak, dr. Soedjatmiko, SpA(K), M.Si.:

Perhatikan kesehatan mulut dan gigi Si Buah Hati

Ketika Si Buah Hati mulai rewel kala makan, baiknya Bunda mencari tahu apa yang terjadi pada rongga mulut, gusi, dan giginya. Apakah semua dalam kondisi normal, tengah tumbuh gigi, atau mengalami sariawan. Kemudian, berikanlah makanan yang sesuai dengan daya tampung mulut dan kemampuan gigi untuk mengunyah.

Hindari Porsi Banyak Sekaligus

Saat Bunda mendekati Si Buah Hati untuk makan, usahakan menghidangkan makanan dalam piring kecil. Jangan langsung membawa makanan dalam piring besar karena secara psikologis akan membebani Si Buah Hati bila harus menghabiskan seluruhnya. Sementara sajian dalam piring yang mini akan membuat Si Buah Hati lebih santai karena berpikir jumlah makanan yang dihabiskan tidak banyak.

Bunda juga bisa membujuk Si Buah Hati seperti “ Ayo dihabiskan, piringnya kan kecil,” atau “Siapa bilang makanannya banyak, ini kan piringnya kecil”. Bisa juga Bunda menghidangkan makanan dalam piring yang dipilih Si Buah Hati sendiri, sehingga lebih bersemangat menyantap menyantapnya.

"Perhatikan pula jarak waktu antara makan besar, ngemil, dan minum susu. Jangan terlalu dekat dan jangan pula terlalu jauh. Memberikan susu pertumbuhan dan air putih juga sebaiknya diberi jeda waktu," kata dr. Soedjatmiko. "Sehingga Si Buah Hati tidak merasa kekenyangan dan menolak makan atau minum."

Jangan Berikan Makanan Manis Sebelum Makan

Sebaiknya Bunda menghindari pemberian makanan atau camilan manis menjelang waktu makan besar. Sebab makanan manis akan membuat Si Buah Hati merasa sudah “kenyang” sebelum saatnya makan. Untuk camilan, sebaiknya Bunda menyediakan aneka kudapan yang bergizi dan disukai Si Buah Hati. Misalnya bila Si Buah Hati suka puding susu dingin atau martabak telur mini, tidak ada salahnya kedua menu itu dibuat camilan yang bisa dinikmati Si Buah Hati kapan saja.

Berikan Menu Sesuai Selera Si Buah Hati

Agar menu yang Bunda tawarkan tak selalu ditolak Si Buah Hati, ada baiknya Bunda menyiapkan makanan yang sesuai selera atau minatnya. Perhatikan juga tampilan warna, bau, dan rasa makanan bisa menggugah nafsu makan Si Buah Hati.

Biarkan Makan Sendiri

Seringkali Bunda merasa menyuapi adalah cara paling tepat bila Si Buah Hati susah makan. Pandangan ini tidak sepenuhnya salah, karena menyuapi bisa memastikan Si Buah Hati memakan makanannya secara sempurna. Tetapi, kenapa tidak sesekali Bunda biarkan Si Buah Hati makan sendiri? Biasanya makan sendiri, selain mengajarkan Si Buah Hati untuk mandiri, Bunda juga bisa melihat jenis makanan apa yang lebih disukai Si Buah Hati.

Jangan khawatir bila makanan jadi berantakan atau Si Buah Hati membutuhkan waktu lama, yang penting dia makan sendiri tanpa bujuk rayu Bunda.

Rajin Beri Pujian dan Kasih Sayang

Bunda, jangan ragu memberikan pujian kepada Si Buah Hati ketika makan. Kata-kata seperti “Nah, jagoan Bunda memang hebat, makannya habis,” atau “ Begitu dong… baru anak pintar,” harus sering dilontarkan sehingga mendorong Si Buah Hati untuk makan.

Memberikan makan dalam suasana penuh kasih sayang juga penting. Sebaiknya hindari nada mengancam atau membentak bila Si Buah Hati menolak makan. Cara-cara itu justru akan membuat Si Buah Hati makin antipati terhadap makanan. Sementara suasana positif seperti mengajak Si Buah Hati makan bersama, akan menularkan kebiasaan makan secara teratur.

Konsultasi ke Dokter

Kalau semua cara di atas tidak berhasil, Bunda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik. Sehingga Si Buah Hati mendapatkan gizi seimbang untuk tumbuh kembang dan eksplorasinya.