Stimulasi

5 Gangguan Kesehatan yang Sering Dialami Anak Usia 1-2 Tahun

27-02-2020

Gangguan Kesehatan pada Anak 1-2 Tahun

Sampai usia dua tahun, daya tahan tubuh Si Buah Hati masih rentan terhadap penyakit. Menurut dokter spesialis anak, Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, SpA(K),  Msi. kondisi inilah yang membuat kesehatan anak mudah terganggu. Lalu, kira-kira penyakit apa saja yang sering dialami anak di usia toddler? Yuk, cari tahu informasinya di artikel ini, Bunda.

1. ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan)

Si Buah Hati yang menginjak usia toddler berisiko mengidap penyakit di bagian saluran pernapasannya, atau sering dikenal dengan ISPA. Penyebabnya adalah infeksi pada paru-paru dan area sekitarnya yang diakibatkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Untuk kondisi ISPA ringan, Si Buah Hati biasanya mengalami gejala seperti suara serak, batuk, pilek, dan demam. Namun untuk kondisi ISPA yang akut (pneumonia), salah satu gejala yang timbul adalah sesak napas, Bunda. Jika tidak ditangani dengan segera, kondisi ini berisiko menyebabkan kehilangan nyawa pada anak. 

Tahukah, Bunda? Menurut data dari Riset Kesehatan Dasar 2013 yang dihimpun Kementerian Kesehatan RI, anak 1-4 tahun di Indonesia yang mengalami ISPA jumlahnya sekitar 41,9%. Ini tentunya bukan angka yang kecil, sehingga Bunda disarankan lebih waspada untuk menjaga kesehatan anak di masa toddler agar terhindar dari ISPA.

2. Infeksi Telinga

Infeksi telinga adalah salah satu penyakit yang kerap menyerang Si Buah Hati, sedikitnya satu kali infeksi telinga sebelum usia tiga tahun. Biasanya, penyakit ini berawal dari infeksi virus seperti flu, sehingga rongga telinga tengah ikut meradang bahkan dapat terjadi penumpukan cairan di balik gendang telinga. Akibatnya, Si Buah Hati akan merasakan sakit pada bagian telinganya.

3. Infeksi Saluran Kemih

Bila menemukan gejala demam pada Si Buah Hati, tanpa gejala lain yang jelas, Bunda harus waspada. Terlebih bila Si Buah Hati belum bisa mendeskripsikan sakit yang dirasakan. Karena bisa jadi Si Buah Hati terkena infeksi saluran kemih. Bila mengalami hal ini, biasanya Si Buah Hati akan menunjukkan gejala demam tanpa disertai flu, nafsu makan menurun, muntah, urin berbau tidak seperti biasanya, dan ia jadi lebih rewel. Bila begitu, sebaiknya Bunda langsung membawa Si Buah Hati ke dokter.

4. Sembelit atau Konstipasi

Konstipasi adalah kondisi saat Si Buah Hati mengalami gangguan pada saluran pencernaannya, sehingga tidak dapat membuang air besar secara teratur. Si Buah Hati yang mengalami konstipasi, pada umumnya akan mengeluarkan kotoran yang berukuran lebih besar serta keras ketimbang biasanya. Biasanya hal ini bisa membuat Si Buah Hati merasa tidak nyaman saat buang air besar.

Penyebab utama terjadinya sembelit karena Si Buah Hati kekurangan cairan dan asupan makanan berserat, seperti sayuran serta buah-buahan. Selain itu, Si Buah Hati bisa jadi pernah mengalami trauma sehingga tidak rutin membuang air besar hingga sembelit. Misalnya, pernah merasa nyeri karena kotoran yang terlalu keras atau ketakutan pada toilet yang kotor.

5. Diare

Diare masih menjadi masalah kesehatan nasional. Bahkan menurut Riset Kesehatan Dasar 2018, penyakit yang utamanya disebabkan oleh infeksi virus rotavirus ini merupakan penyebab utama kematian pada Si Buah Hati yang berusia di bawah lima tahun. Sehingga, Bunda perlu waspada bila diare terjadi. Periksakan ke dokter atau tenaga kesehatan bila diare terjadi. Si Buah Hati dinyatakan diare bila buang air besar lebih encer (tanpa ampas) dan lebih sering dari biasanya, bahkan bisa mengeluarkan kotoran yang berdarah.

Dampak Penyakit Infeksi Terhadap Tumbuh Kembang Toddler

Bunda, selain sembelit, lima penyakit di atas merupakan penyakit yang disebabkan karena infeksi oleh virus, bakteri, atau jamur. Penyakit infeksi merupakan salah satu tantangan yang dihadapi Bunda dalam membantu menjaga kesehatan Si Buah Hati di usia toddler. Anak yang mengalami infeksi berisiko tidak dapat mengonsumsi makanan dalam porsi dan gizi yang cukup. Jika infeksi ini terjadi berulang, akibatnya berat badan anak dapat turun dan tumbuh kembangnya berisiko terhambat.

Meski penyakit infeksi dapat mengganggu aktivitas eksplorasi Si Buah Hati, kabar baiknya hal ini dapat dicegah sejak dini. Dokter spesialis anak, Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, SpA(K),[A&PG12] [DY13]  mengatakan bahwa Bunda pun mesti menjaga asupan nutrisi Si Buah Hati agar terlindungi dari serangan penyakit. Seperti banyak mengonsumsi makanan bergizi dan lengkapi dengan susu pertumbuhan anak.

Inovasi baru dari DANCOW 1+ dengan Nutritods, susu pertumbuhan yang diformulasikan untuk anak Indonesia usia 1-3 tahun, dengan kandungan 0 gram sukrosa, lebih banyak laktosa, 3 kali lebih banyak vitamin D dibanding formula sebelumnya, dan Lactobacillus rhamnosus, dapat melengkapi asupan gizi Si Buah Hati, dan membantu memberikan perlindungan saat ia bereksplorasi.

Nah, bila Si Buah Hati mengalami penyakit yang disebabkan oleh infeksi, Bunda tidak perlu cemas ataupun panik. Bunda disarankan mengenali gejalanya, dan segera memeriksakan kondisi kesehatannya ke dokter atau tenaga kesehatan, ya.

 

Yuk Bunda, temukan fakta lainnya tentang kesehatan anak pada masa toddler di DANCOW Parenting Center. Dengan mengetahui risiko penyakit di masa toddler, Bunda bisa lebih siap mendukung perlindungan untuk kesehatannya, agar ia tumbuh sehat hingga besar nanti.

#ToddlerExpert #PreschoolExpert #Nutritods101 #IyaBoleh