Stimulasi

4 Aktivitas Seru untuk Melatih Keterampilan Emosi pada Si Buah Hati

06-04-2020

Manfaat Mengenalkan Emosi untuk Tumbuh Kembang Anakinya

Pada periode tumbuh kembang anak berusia  satu tahun, Si Buah Hati akan mulai dapat merasakan emosi-emosi di dalam dirinya. Bagaimanapun, sama seperti orang dewasa, Si Buah Hati juga memiliki keterampilan emosional yang sama. Bedanya, orang dewasa dapat dengan mudah menyampaikan apa yang dirasakan melalui kata-kata atau tindakan, selain juga mahir mengenali dan mengontrol emosinya. Sedangkan pada anak-anak, bukan hanya belum bisa menyalurkan emosinya melalui perkataan (karena di usia ini sebagian besar anak belum bisa berbicara), mereka bahkan belum mampu mengenali dan mengontrol emosinya.

 

Manfaat Identifikasi Emosi untuk Si Buah Hati

Ini merupakan saat yang tepat bagi Bunda untuk mengenalkan Si Buah Hati dengan beragam emosi dasar manusia, yaitu rasa senang, sedih, takut, marah, dan terkejut – seperti yang diidentifikasi oleh psikolog Paul Eckman di tahun 1970-an. Ada banyak manfaat untuk tumbuh kembang anak ketika kita mulai memperkenalkannya pada berbagai emosi dalam dirinya:

  1. Si Buah Hati jadi bisa mengekspresikan dirinya dan berkomunikasi.
  2. Tidak gampang tantrum.
  3. Ia juga bisa belajar untuk berempati dengan orang lain.
  4. Beberapa emosi mempengaruhi persepsi, pilihan, dan tindakan kita terhadap suatu masalah.
  5. Emosi yang positif akan berdampak pada kesehatan, sementara emosi yang negatif akan berhubungan dengan sakit atau kondisi fisik yang tidak sehat.

Lalu, bagaimana cara mulai mengenalkan anak terhadap berbagai emosi? Yuk, coba beberapa kegiatan seru di bawah ini!

 

Aktivitas untuk Bantu Si Buah Hati Latih Keterampilan Emosionalnya

Ini dia rekomendasi aktivitas atau permainan yang juga bisa dijadikan cara mendidik anak tentang emosi:

  1. Bernyanyi

Ada banyak lagu dengan lirik dan gerakan yang mengajak anak mengenali dan mengekspresikan emosinya dengan cara yang mudah dimengerti dan diikuti, misalnya saja lagu "Kalau kau senang hati, tepuk tangan. Prok prok Prok" untuk membantunya mengenali dan menunjukkan perasaan senang.

  1. Membaca Cerita Bersama

Cerita dengan karakter yang mengalami tragedi atau kesulitan dapat memicu Si Buah Hati mengeluarkan emosi seperti kesedihan atau empati. Misalnya saja, kisah gadis penjual korek api, atau dongeng bawang merah dan bawang putih.

  1. Main Temukan Benda

Permainan temukan benda atau mainan favoritnya yang sudah Bunda sembunyikan, atau bisa juga permainan lainnya yang mengajaknya untuk melatih kesabarannya. Selain rasa sabar, ada juga rasa marah atau kesal yang bisa Bunda ajarkan padanya ketika memainkan permainan menyembunyikan mainan favorit Si Buah Hati. Setelah selesai bermain, jelaskan bahwa emosi marah atau kesal harus disampaikan dengan baik dan tanpa memukul orang lain.

  1. Bermain Ikuti Kataku

Ajak Si Buah Hati bermain di luar ruangan, misalnya di taman atau ruang terbuka. Ajak ia bergantian dengan Bunda meniru gerakan masing-masing. Usahakan untuk membaca emosinya dan beri contoh gerakan di mana ia dapat berlari, jatuh atau berguling-guling untuk mengeluarkan emosinya. Di akhir permainan, jangan lupa jelaskan apa makna gerakan yang telah Bunda mainkan bersamanya.

Dukung terus aktivitas dan tumbuh kembang Si Buah Hati dengan lebih sering bilang #IyaBoleh. Selain melakukan empat permainan di atas, Bunda juga bisa mengajaknya bermain dengan permainan edukatif yang seru di sini. Sambil bermain, Bunda juga dapat mendukungnya mengembangkan karakter Anak Unggul Indonesia.

Jangan lupa Bunda, di sela-sela melakukan aktivitas-aktivitas seru ini, pastikan Bunda tetap memberikan Si Buah Hati makanan sehat bergizi seimbang ya, dan lengkapi dengan DANCOW 1+ dengan Nutritods #ToddlerExpert, susu pertumbuhan yang diformulasikan khusus untuk anak Indonesia usia Toddler 1-3 tahun, dengan kandungan 0 gram sukrosa, lebih banyak laktosa, 3X lebih banyak vitamin D dibandingkan dengan formula sebelumnya, protein, kalsium, vitamin (A, D, E, K, C), selenium, zink, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), Lactobacillus rhamnosus, serta serat pangan inulin untuk membantu mencukupi kebutuhan gizi Si Buah Hati. Dengan kebutuhan gizi yang tercukupi, Bunda dapat membantu memberikan perlindungan kesehatannya saat bereksplorasi dan mendukung tumbuh kembang anak dengan optimal.