Stimulasi

3 Stimulasi Sederhana untuk Membantu Si Buah Hati Belajar Menjaga Kesehatan

22-12-2020

Fakta anak pertama, disiplin menjaga kebersihan

Bunda mungkin pernah mendengar dari Bunda lainnya kalau salah satu fakta anak pertama adalah mereka sering kali mendapatkan perhatian ekstra. Sebenarnya ini hal yang wajar karena Bunda belum pernah punya pengalaman sebelumnya. Salah satu bentuk perhatian ekstra yang bisa Bunda berikan untuk mendukung perkembangan Si Buah Hati adalah memberikan stimulasi yang tepat.

 

Stimulasi yang Bunda berikan kepada Si Buah Hati tak hanya mendukung perkembangannya secara fisik tapi juga mendukung kecerdasan emosional. Dengan rutin memberikan stimulasi tepat, Bunda dapat membantu membangun karakter anak pertama yang menyadari pentingnya perilaku menjaga kesehatan dalam hidupnya. Beberapa stimulasi yang bisa Bunda ajarkan kepada Si Buah Hati agar ia mengembangkan kebiasaan sehat antara lain:

  1. Mencuci Tangan

1

 

Menurut sebuah penelitian, salah satu fakta anak pertama adalah mereka anak yang mandiri, sehingga jika Bunda rajin mengajak dan mengingatkan Si Buah Hati akan pentingnya mencuci tangan, nantinya mereka dapat melakukan kebiasaan ini sendiri tanpa perlu disuruh-suruh lagi. Sejak usia satu tahun, tanamkan pentingnya mencuci tangan untuk kesehatan dengan selalu mengajak Si Buah Hati mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, sehabis menggunakan toilet, mau pun setelah berbagai aktivitas lain yang mengotori tangannya. Dampingi Si Buah Hati dan tunjukkan cara mencuci tangan yang benar agar ia terbiasa melakukannya.

 

  1. Mandi dengan Teratur

2

 

Ternyata waktu mandi juga merupakan stimulasi yang baik untuk Si Buah Hati. Karena saat mandi, ada banyak kegiatan yang bisa Bunda jadikan stimulasi untuk Si Buah Hati. Misalnya saat memandikan Si Buah Hati, Bunda bisa mengajaknya berbicara untuk menstimulasi perkembangan sensori, kemudian sentuhan kulit juga bisa menjadi stimulasi sensori. Ketika Si Buah Hati terbiasa mengasosiasikan waktu mandi sebagai kegiatan yang menyenangkan, ia pun lama-lama akan terbiasa melakukan kebiasaan ini di kemudian hari.

 

Baca Juga: Ajarkan Si Buah Hati Toilet Training Sejak Dini dengan Memberikan Beberapa Stimulasi

 

  1. Ajarkan Etika Batuk & Bersin

Dalam kondisi seperti sekarang, mengajarkan etika batuk dan bersin adalah hal yang penting dilakukan untuk melindungi kesehatan Si Buah Hati. Dengan menjelaskan pentingnya serta cara menutup mulut saat batuk dan bersin kepada Si Buah Hati, Bunda tak hanya menerapkan kebiasaan sehat, tapi juga menstimulasi kemampuan kognitif dan sensori anak. Untuk mengajarkan etika batuk dan bersin pada anak berusia satu tahun, salah satu caranya adalah dengan memberikan contoh berpura-pura batuk atau bersin sambil menutup mulut menggunakan siku bagian dalam lengan. Lakukan gerakan ini beberapa kali dalam sehari sehingga Si Buah Hati terbiasa melihat dan memahami gerakan tersebut.

 

Selain memberikan stimulasi untuk mengajarkan kebiasaan sehat, jangan lupa lindungi kesehatan Si Buah Hati dengan menyiapkan makanan yang mengandung asupan bergizi lengkap dan seimbang. Bantu penuhi kebutuhan gizi Si Buah Hati dengan memberikan DANCOW 1+ Nutritods.

 

9 dari 10 Ibu berpendapat, DANCOW 1+ Nutritods bantu anak saya terlihat aktif*. DANCOW 1+ Nutritods adalah susu pertumbuhan yang diformulasi untuk anak Indonesia usia toddler 1-3 tahun, dengan kandungan 0 gram sukrosa, lebih banyak laktosa dibanding formula sebelumnya, tinggi kalsium & protein, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan inulin dan mikronutrien lainnya serta Lactobacillus rhamnosus. Sebagai #PartnerBunda, DANCOW Nutritods membantu Bunda untuk #TerusLindungiEksplorasi Si Buah Hati!

 

Perlu Bunda ketahui, bahwa salah satu fakta anak pertama adalah mereka suka belajar. Mereka sebenarnya mudah menyerap pelajaran dan kebiasaan yang Bunda contohkan dan ajarkan setiap hari. Jadi, pastikan Bunda selalu memberikan contoh dan stimulasi yang tepat untuk menanamkan kebiasaan sehat dalam kehidupan Si Buah Hati sehari-hari ya. Yuk, cari tahu aktivitas lain yang dapat mendukung lima perkembangan Si Buah Hati usia Toddler di sini.

 

*Berdasarkan hasil uji coba 361 anggota Home Tester Club Indonesia April 2020