Parenting

Yuk Bunda, Ajak Si Kecil Bermain dengan Teman Sepermainan

09-11-2020

Yuk Bunda, Ajak Si Kecil Bermain dengan Teman Sepermainan

Memasuki usia 3 tahun, biasanya si Kecil akan cenderung agresif dan posesif. Karena masa ini merupakan masa peralihan, atau disebut momen Trotz. Di tahapan ini, ia akan cenderung keras kepala, membangkang, tidak menurut, dan lain sebagainya. Kenapa begitu? Sebab ia mulai mengerti dan memiliki kehendak sendiri, juga menyadari akan rasa kepemilikan terhadap sesuatu benda.

Lalu, bagaimana cara Bunda agar si Kecil dapat bersosialisasi bersama teman sepermainan dan beradaptasi dengan lingkungan baru? Berikut hal-hal yang bisa Bunda terapkan untuk mengajarkannya beradaptasi dan bermain dengan teman sebayanya.

1. Memberikan waktu mengenal lingkungan baru

Sesungguhnya, di masa ini si Kecil akan suka bermain dengan teman-temannya. Nah, kala Bunda mengajaknya bermain ke pusat permainan (playground) atau playgroup. Untuk awal kunjungan, Bunda lebih baik jangan memaksanya langsung berbaur dengan anak-anak di sana. Biarkan dia mengamati lingkungan sekitar dan merasa nyaman.

 

Bunda perlu pula mendampingi si Kecil untuk mulai bermain dan berinteraksi dengan teman sebayanya. Juga menjelaskan peraturan bermain kepada si Kecil apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dilingkungan barunya. Ingat Bunda, bila ia masih kesulitan beradaptasi di lingkungan baru janganlah memberi label “pemalu” atau “malu-maluin” kepada mereka. Karena sebenarnya hal itu akan semakin membuatnya menjadi sulit berinteraksi dengan teman-teman sepermainan.

2. Ajarkan si Kecil untuk berbagi mainan

Bila si Kecil sudah terbiasa bermain di tempat umum, Bunda bisa mengajarkannya untuk berbagi mainan dengan teman-temannya. Misalnya menetapkan waktu bermain suatu permainan, sehingga ia bisa bergantian dengan yang lain. Seperti, “Adek main perosotan sebanyak 3 kali ya. Setelah itu, gantian dengan teman yang lain. Kamu bisa coba permainan yang lain.” Bunda bisa pula membiasakan konsep berbagi ini di rumah. Misalnya ajak dia untuk membaca buku cerita dan bergantian membalikkan halaman buku saat Bunda membacakan dongeng. Dengan demikian, perlahan ia akan mengerti arti berbagi atau bergantian dan tidak egois.

3. Ajarkan si Kecil berempati

Bunda, rasa empati penting untuk diajarkan kepada si Kecil sejak dini. Tujuannya agar mereka tidak egois ketika berhadapan dengan orang lain. Untuk pelajaran yang satu ini, Bunda bisa memberikannya beberapa contoh. Seperti terbiasa mengucapkan terima kasih ketika Bunda mendapatkan pertolongan dari orang lain, mengajarkan lewat buku cerita atau film yang mempunyai pesan moral.

4. Jangan berlebihan memuji si Kecil

Tidak salah Bunda memuji si Kecil dan sebenarnya hal tersebut sangat dianjurkan. Namun janganlah memberinya pujian secara berlebihan karena nantinya ia akan merasa semua terpusat kepada dirinya sendiri. Karena itu, pujilah ketika mereka memang pantas untuk dipuji.

5. Berikan contoh yang baik

Peran Ayah dan Bunda sangatlah penting bagi si Kecil. Untuk itu selalu bersikap baiklah ketika sedang di depannya. Apalagi di usia ini, ia sedang dalam tahap proses mengamati dan mengkopi apa yang diihat dan didengar. Itulah sebab Bunda serta Ayah harus melakukan kebiasaan baik di rumah dan jadilah role model baginya.

Dancow bantu lindungi eksplorasi si Kecil #DANCOWLindungi