Nutrisi

6 Cara Buah Hati Mau Coba Variasi Menu Makanan Baru

09-11-2020

Strategi Satu-Dua, Agar Anak Mau Makan Variasi Menu

Untuk mendukung pertumbuhan, Bunda pasti ingin Si Buah Hati doyan makan dan mau mengonsumsi berbagai menu makanan bergizi. Namun, bagaimana kalau ia sulit menerima makanan baru? 

 

Menolak untuk mencoba makanan baru sering diistilahkan sebagai neophobia. Biasanya, hal ini terjadi saat masa Si Buah Hati memasuki usia toddler (1-3 tahun). Untuk mengatasi hal ini, ada beberapa jurus yang bisa Bunda lakukan, yakni:

 

1. Siapkan Menu Baru Saat Buah Hati Lapar

Memberikan variasi makanan baru bisa Bunda lakukan saat Si Buah Hati merasa lapar. Pada momen ini, rasa lapar akan mendorongnya menyantap segala makanan meski belum pernah mencoba sebelumnya. 

 

Dalam masa perkenalan ini, sebaiknya Bunda tidak memberikan menu makanan yang biasa dikonsumsi Si Buah Hati. Bila Bunda menyediakannya, ia merasa punya pilihan lain sehingga cenderung menolak menu makanan baru.

 

2. Sisipkan Makanan Baru di Sajian Favorit

Strategi lain yang bisa Bunda lakukan adalah menyisipkan jenis makanan baru ke dalam menu favorit Si Buah Hati. Misalnya, ia suka susu. Bunda bisa memberikan campuran potongan buah ke dalamnya. 

 

Hal ini membuatnya mendapatkan citarasa yang beda. Bunda dapat pula memasukkan potongan telur puyuh atau sosis di sop sayur kesukaannya.

 

3. Buat Sajian Baru Dalam Porsi Mini

Bunda, janganlah menghidangkan makanan baru untuk Si Buah Hati dalam piring besar atau jumlah banyak sekaligus. Itu akan akan membuatnya takut dan khawatir karena berpikir harus menghabiskan semuanya. Tentunya, ini akan berakhir dengan penolakan makan. 

 

Baiknya Bunda menghidangkan menu itu dalam piring kecil yang berwarna menarik. Porsi kecil biasanya akan membuat dia penasaran untuk mencobanya. Perlu juga Bunda ketahui, porsi makanan Buah Hati usia toddler adalah ¼ porsi orang dewasa. Kalau mau memperkenalkannya dengan ayam atau daging, berikanlah sesuai porsinya.

 

4. Strategi Dua-Satu

Cara lainnya adalah menggunakan Strategi Dua-Satu. Bagaimana caranya? Bunda cukup memperkenalkan jenis makanan baru ketika Si Buah Hati tengah menikmati makanan favoritnya. 

 

Misalnya, Buah Hati tengah mengonsumsi dua sendok nasi dengan sop sayur. Kemudian diisi dengan sepotong kecil ayam goreng. Hal yang perlu Bunda perhatikan, cara ini harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak terburu-buru. Jangan sampai ia menolak menghabiskan makanannya akibat ada makanan baru yang tidak dikenal.

 

5. Undang Orang Lain

Terkadang mengundang teman yang suka makan bisa menjadi jurus jitu untuk Si Buah Hati belajar jenis makanan baru. Bunda bisa mengajak temannya untuk makan bersama-sama sambil memperkenalkannya makanan atau minuman baru. Buah Hati pun pasti tertarik untuk mencoba makanan baru karena temannya juga suka.

 

6. Bunda Jangan Ragu

Mungkin Bunda juga perlu membuang pikiran bahwa Si Buah Hati mungkin tidak suka makanan tersebut sebelum ia mencobanya. Sebelum mengambil kesimpulan, baiknya coba dulu dengan memberikannya menu baru tersebut. 

Misalnya, Bunda khawatir kalau si Kecil tidak suka bayam. Padahal, Bunda belum pernah memberikannya selama ini. Jadi, ajak dia icip-icip makanan yang bergizi tanpa perlu ada kekhawatiran.

 

Selain mengajaknya mencoba banyak menu makanan, Bunda juga harus mengetahui kondisi mulut dan gigi si Kecil apakah ada masalah. Jangan-jangan ia menolak bukan karena tidak suka jenis makanan baru. Namun, karena ada masalah di mulut dan sulit mengunyah jenis makanan baru.

 

Bila Bunda merasa anak sulit makan dan khawatir kekurangan gizi, cobalah memberikannya minuman pelengkap, seperti DANCOW 1+ Nutritods. Produk DANCOW ini merupakan susu pertumbuhan yang diformulasi untuk anak Indonesia usia toddler. Susu pertumbuhan ini mengandung 0 gram sukrosa, kalsium, protein, minyak ikan, omega 3, omega 6, serat pangan inulin ,Lactobacillus rhamnosus, serta mikronutrien lainnya. Pastikan nutrisi sehari-hari Si Buah Hati terlengkapi, ya.