Parenting

Umur 3 Tahun, Ini Pola Asuh yang Sesuai untuk Anak Pra Sekolah

26-04-2021

Umur 3 Tahun, Ini Pola Asuh yang Sesuai untuk Anak Pra Sekolah

Menginjak umur 3 tahun, Si Buah Hati memasuki usia anak pra sekolah. Dalam tumbuh kembang anak, anak usia pra sekolah adalah anak yang berusia antara 3 sampai 6 tahun yang mana anak mengalami peningkatan perkembangan psikososial dan kognitif. Maka jangan heran jika di usia ini, anak akan semakin pintar, kritis, dan kreatif.

Di fase usia 3 tahun, Bunda akan dibuat takjub dengan keinginan anak yang ingin melakukan semua aktivitas sendiri. Hal itu dapat menjadi indikasi bahwa tumbuh kembang Si Buah Hati optimal. Maka dari itu, Bunda perlu menerapkan pola asuh yang sesuai perkembangan anak pra sekolah. Yuk, dukung Si Buah Hati raih kemandiriannya dengan beberapa cara sebagai berikut ini!

Ajarkan Cara Menggunakan Pakaian

Mulailah dengan pakaian yang mudah digunakan. Bunda bisa mengajari Si Buah Hati untuk menggunakan kaus longgar atau celana yang menggunakan perekat karet elastis di bagian pinggang. Jangan lupa memberitahu anak untuk membedakan bagian depan dan belakang ya, Bunda.

Beri tahu jika bagian yang bergambar adalah sisi depan sedangkan label atau merek kaus untuk bagian belakang. Untuk bagian celana, Bunda bisa memberi arahan Si Buah Hati untuk memasukkan kedua kaki ke dalam dua lubang celana yang ada di bawah, lalu tarik celana sampai pinggang. Lakukan dengan posisi duduk agar anak tidak perlu menjaga keseimbangan.

 

Dampingi Anak Makan Tanpa Disuapi

Pada usia ini, Saat Bunda menyuapi Si Buah Hati dengan sendok, ia mungkin ingin memegang sendok juga. Ini merupakan indikasi bahwa tumbuh kembang anak berjalan optimal dan Bunda harus semangat mendukungnya!

Awali dengan makanan yang bisa dipegang oleh anak (finger food). Misalkan seperti buah yang dipotong seperti apel, pepaya, brokoli kukus, wortel kukus, kentang rebus, dan lain sebagainya.

Selanjutnya Bunda bisa memperkenalkan Si Buah Hati dengan sendok untuk makan. Walaupun makan dengan sendok sendiri akan membuat kotor karena makanan yang terjatuh atau belepotan, Bunda perlu membiarkan anak makan sendiri dengan sendok agar Si Buah Hati dapat mengembangkan kemampuan makannya sejak dini.

 

Ajarkan Potty Training

Yang satu ini juga tidak kalah penting untuk diajarkan kepada anak pra sekolah. Ketika siap untuk melakukan toilet training, Bunda perlu mengajarkan anak mengutarakan keinginan BAB dan BAK dengan bahasa yang mudah diucapkan. Misalkan dengan mengajarkan anak bilang ‘pipis’ dan ‘pup’. Pada proses pembelajaran, Bunda bisa menggunakan pispot atau potty seat (dudukan kloset) khusus anak sebagai langkah awal cara mengajarkan toilet training pada anak. Ajari pula Si Buah Hati untuk membilas alat kelamin sedini mungkin.

Beritahu juga di mana Bunda meletakkannya sehingga anak mengetahui kemana arah yang harus dituju jika ia ingin BAB dan BAK. Pada awal proses, Si Buah Hati tidak akan langsung berhasil. Misalkan anak baru mengatakan ‘pipis’ setelah ia basah di luar toilet. Saat itu terjadi, orang tua tidak boleh marah atau menghukum. Proses ini akan dimengerti oleh anak secara bertahap. Jadi, kesabaran orang tua adalah kunci utama keberhasilannya.

 

Memberi Kesempatan Anak Eksplorasi

Sebagai orang tua, Bunda pasti pernah takut membiarkan anak asyik dengan dunianya. Takut jatuh, kotor dan lain sebagainya. Namun memberikan kesempatan anak bereksplorasi juga menjadi hal yang wajib Bunda berikan untuk pendidikan anak pra sekolah di rumah.

Agar anak dapat menjalani setiap tahapan pertumbuhan, orang tua perlu memberi bekal nutrisi, stimulasi dan cinta kasih. Membebaskan anak untuk bereksplorasi hal-hal baru adalah wujud nyata cinta untuk Si Buah Hati. Bunda perlu lebih sering mengatakan ‘Iya, boleh’ saat anak meminta izin melakukan sesuatu. Di sini harus mampu menyatakan ketegasan mana hal yang boleh dilakukan dan mana yang tidak.

 

Bantu Anak Memahami Perasaannya

Perasaan yang dialami anak pra sekolah mungkin jadi sesuatu yang asing bagi mereka. Nah, Bunda perlu membantu Si Buah Hati untuk memahami perasaan sendiri.  Ajarkan mereka kata-kata emosi yang berbeda untuk mengungkapkan perasaan seperti ‘senang’, 'marah', 'takut', 'jengkel', 'kesal' dan lain sebagainya.

Orang tua juga harus memiliki empati untuk mengenali perasaan anak. Bujuk Si Buah Hati untuk membicarakan sesuatu yang memancing kemarahannya. Bantu mereka mengenali perasaan apa yang mereka alami. Beri mereka waktu satu hingga tiga menit agar lebih tenang.

Mendidik Si Buah Hati usia anak pra sekolah yang ingin aktif setiap saat memang tantangan tersendiri untuk Bunda. Bantu Si Buah Hati yang semakin aktif dan mandiri dengan nutrisi dan gizi seimbang. DANCOW 3+ Nutritods  dengan kandungan 0 gram sukrosa, lebih banyak laktosa dibandingkan formula sebelumnya, tinggi zat besi, zinc, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan, tinggi vitamin A & C dan mikronutrien lainnya serta Lactobacillus rhamnosus untuk dukung eksplorasi Si Buah hati. DANCOW 3+ Nutritods juga bantu dukung eksplorasi masa Prasekolah Si Buah Hati usia diatas 3 tahun.