Stimulasi

Apa Saja Tahap Perkembangan Intelektual Anak? Simak di Sini!

22-04-2022

Apa Saja Tahap Perkembangan Intelektual Anak? Simak di Sini!

Pada kehidupan sehari-hari, perkembangan fisik Si Buah Hati mungkin lebih mudah untuk Bunda awasi. Namun selain perkembangan fisik, perkembangan intelektual anak juga harus menjadi perhatian.

Di setiap jenjang usianya, ada beberapa aspek yang umum menjadi tonggak perkembangan intelektual atau kognitifnya. Berikut ini penjelasan tentang perkembangan intelektual Si Buah Hati yang sebaiknya Bunda pahami.

 

Perkembangan Intelektual Anak versi Jean Piget

Perkembangan anak pada dasarnya dapat diukur dari kemampuan fisik, kognitif (intelektual), komunikasi-bahasa, dan emosi-sosial. Pada 1000 hari pertama kehidupannya, tumbuh kembang Si Buah Hati perlu mendapat perhatian lebih karena masa golden age ini adalah momen krusial yang menentukan kemampuannya, bahkan sampai saat ia dewasa nanti.

 

Ada beberapa panduan yang dapat Bunda gunakan dalam memperhatikan pencapaian intelektual anak. Salah satu teori tahapan perkembangan intelektual anak dibuat oleh Jean Piaget. Berikut adalah tahap perkembangan intelektual anak menurut Jean Piaget:

 

1. Tahap Sensorimotor

Di usia awal kehidupannya, Si Buah Hati hanya menyadari apa yang ada di depannya dan bereaksi terhadap apa yang terjadi di sekitarnya. Ia menggoyang, melempar, dan memasukkan sesuatu ke dalam mulut, sebagai respon akan lingkungannya.

 

Setelah ia mulai merangkak, berdiri, dan berjalan, peningkatan mobilitas fisik Si Buah Hati mengarah kepada perkembangan intelektual yang lebih banyak. Menjelang akhir tahap sensorimotor (usia 18–24 bulan), Si Buah Hati mencapai tonggak penting lainnya, yaitu perkembangan bahasa awal, yang menandakan bahwa ia mulai bisa mengembangkan beberapa kemampuan simbolis.

 

2. Tahap Praoperasional

Pada tahap ini (usia 2–7 tahun), Si Buah Hati dapat memikirkan berbagai hal secara simbolis. Ia juga mulai mengembangkan memori dan imajinasi, yang memungkinkannya memahami perbedaan antara masa lalu dan masa depan, serta terlibat dalam khayalan. Tetapi pemikirannya masih didasarkan pada intuisi dan masih belum sepenuhnya logis. Saat ini, ia belum dapat memahami konsep yang lebih kompleks seperti sebab dan akibat, waktu, dan perbandingan.

 

Baca Juga: Tahap Perkembangan Bahasa Anak yang Perlu Bunda Ketahui

 

3. Tahap Operasional Konkrit

Si Buah Hati (usia 7–11 tahun) mulai menunjukkan penalaran yang logis dan konkret. Pemikirannya menjadi kurang terfokus pada dirinya sendiri dan semakin sadar akan peristiwa eksternal. Ia mulai menyadari bahwa pikiran dan perasaan masing-masing unik dan mungkin tidak dimiliki oleh orang lain atau bahkan mungkin bukan bagian dari kenyataan. Namun selama tahap ini, sebagian besar anak masih belum bisa berpikir secara abstrak atau hipotesis.

 

4. Tahap Operasional Biasa

Anak (usia 11 tahun ke atas) yang mencapai tahap keempat perkembangan intelektual ini mampu menggunakan simbol-simbol yang berhubungan dengan konsep abstrak, seperti aljabar dan sains. Ia dapat memikirkan berbagai hal dengan cara yang sistematis dan mempertimbangkan kemungkinan. Ia juga dapat merenungkan hubungan dan konsep abstrak seperti keadilan.

 

Menurut Piaget, perkembangan intelektual anak tidak selalu melalui proses yang sama. Beberapa anak mungkin melewati tahapan pada usia yang berbeda dari yang disebutkan di atas. Sementara yang lain juga sangat mungkin menunjukkan karakteristik lebih dari satu tahap pada waktu tertentu. Hal ini dikarenakan setiap anak memiliki keunikan tersendiri.

 

Tips Mendukung Perkembangan Intelektual Anak

Bunda dapat mendukung perkembangan kemampuan intelektual Si Buah Hati dengan memberikan pengalaman atau cara yang berbeda untuk mengeksplorasi dan bereksperimen dengan lingkungan. Coba terapkan beberapa tips berikut:

 

  • Memberikan kesempatan untuk trial and error. Fokus pada proses pembelajaran dibandingkan hasil akhir.
     
  • Memberi anak-anak alat bantu visual dan alat peraga lainnya untuk mengilustrasikan ide dan konsep yang berbeda.
     
  • Menggunakan contoh kehidupan nyata untuk menggambarkan ide-ide kompleks, seperti masalah kata dalam matematika.
     
  • Memberikan kesempatan untuk mengklasifikasikan atau mengelompokkan informasi.
     
  • Mencoba pemecahan masalah yang memerlukan pemikiran analitis atau logis.

 

Selain stimulasi yang dapat Bunda berikan pada Si Buah Hati, kemampuan intelektualnya juga akan lebih berkembang dengan adanya asupan gizi yang seimbang. Dukung pertumbuhan Si Buah Hati sejak tahap awal dengan pemberian gizi yang sesuai. Untuk membantu melengkapi konsumsi gizi yang sesuai, mengonsumsi susu bergizi tinggi bisa dijadikan salah satu pilihan.

 

Dancow 1+ Nutritods adalah susu bubuk yang diformulasikan untuk anak usia 1-3 tahun ini mengandung minyak ikan (DHA) serta omega 3 dan omega 6. Selain itu, Dancow 1+ Nutritods juga memiliki kandungan 0 gram sukrosa serta tinggi kalsium dan protein, serta zink dan Vitamin C yang mendukung fungsi sistem imun tubuh jika disertai dengan diet gizi seimbang. Dancow 1+ Nutritods juga dilengkapi pula dengan bakteri Lactobacillus rhamnosus dan serat pangan inulin.

 

Dengan stimulasi yang tepat ditambah dukungan dari asupan gizi yang sesuai, Si Buah Hati pun dapat berlangsung dengan optimal sejak awal.

 

Referensi :