Stimulasi

Stimulasi 5 Aspek Kognisi Si Buah Hati Melalui Aktivitas Sederhana

10-11-2020

Stimulasi 5 Aspek Kognisi Si Kecil Melalui Aktivitas Sederhana

Bila ingin Si Buah Hati cerdas, perhatikan stimulasi aspek kognisinya. Ya, kognisi kalau disederhanakan berarti kemampuan otak untuk mengembangkan kemampuan rasional.  Kemampuan ini mencakup aspek pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan penilaian (penghargaan dan evaluasi). 

Aktivitas ini jelas melibatkan kemampuan berpikir Si Buah Hati. Bagaimana ia mengolah informasi, memecahkan masalah, dan bereaksi terhadap sebuah peristiwa. Semakin baik kemampuan kognisi Si Buah Hati, semakin cepat ia menguasai sesuatu serta semakin tepat dia bertindak. 

Pertanyaannya, bagaimana cara melatih kognisi Si Buah Hati? Gisella Tani Pratiwi, M.Psi menuturkan, ada 5 aspek yang dapat diasah agar kemampuan kognisi Si Buah Hati berkembang optimal, berikut di antaranya:

Atensi

Atensi adalah istilah lain dari perhatian, sebuah proses menangkap informasi dengan indra, proses mengingat, maupun proses kognitif lainnya. Anak dengan atensi baik dapat memusatkan dan mempertahankan konsentrasi pada aktivitas yang dilakukan, misal, saat menyusun  balok, menggambar, dan berinteraksi dengan teman sebayanya. 

Kemampuan ini di masa sekolah sangatlah penting, karena anak harus memusatkan perhatian pada berbagai hal yang terkait dengan materi akademis. Normalnya, menurut Gisella, kemampuan atensi yang sebaiknya dimiliki anak usia toddler adalah 5 menit, anak 3-4 tahun 10 menit, dan anak 4-5 tahun 15 menit. 

Meski begitu, tetap saja pada masa balita, kemampuan konsentrasi anak tidak sebaik usia di atasnya. “Anak-anak mungkin saja masih mudah terdistraksi (teralih perhatiannya) saat di sekolah. 

Selain karena kemampuan konsentrasi masih berkembang, Si Buah Hati juga sedang dalam masa eksplorasi di mana rasa keingintahuannya sangat besar, sehingga mudah teralih pada hal-hal yang menarik perhatiannya,” kata Gisella. Jadi meski perhatian Si Buah Hati masih mudah teralih, bukan berarti ia tidak memiliki kemampuan berkonsentrasi.

Stimulasi

Berikut stimulasi yang dapat diberikan agar atensi Si Buah Hati optimal:

1. Belajar Lewat Komunikasi Sehari-hari.

Saat berkomunikasi dengan Si Buah Hati, posisikan tubuh orangtua sejajar dengannya, sehingga ia nyaman berbicara tanpa perlu mendongakkan kepala. Cobalah berbicara dengan jelas, runut, dan tidak terburu-buru. 

Tatap wajah dan mata Si Buah Hati saat berkomunikasi. Lakukan pembicaraan sampai tuntas. Hal yang sama berlaku saat Si Buah Hati mencoba berbicara dengan orangtua. Hindari berkomunikasi sambil lalu, bermain handphone, atau mendengarkan seperlunya.

2. Membacakan Cerita

Ini sangat baik mengasah konsentrasi, atensi, dan imajinasi Si Buah Hati. Pilih buku dongeng menarik sesuai dengan usia Si Buah Hati. Minta ia untuk mendengarkan dengan baik, berikan intonasi dan nada yang sesuai dengan  jalan cerita. 

Bacakan cerita sampai selesai. “Dengan cara itu, Si Buah Hati tahu setiap aktivitas memiliki permulaan sekaligus akhir,” kata Gisella.  

3. Hindari Kebiasaan Memotong Pembicaraan

Memotong pembicaraan tidak mengajarkan kepada Si Buah Hati bagaimana menjadi pendengar yang baik. Dengan kata lain, ajari Si Buah Hati agar tidak melakukan hal ini. Orang tua harus menjadi teladan, saat menjadi pendengar bagi anak, jangan dulu menginterupsi sebelum anak menyelesaikan pembicaraannya.

4. Mainan atau Alat Bantu

Ada banyak sekali mainan atau alat bantu yang dapat  melatih atensi Si Buah Hati, seperti balok susun, mainan kartu, meronce manik-manik, atau menyusun puzzle. Namun, hindari memberikan stimulasi berlebihan saat bermain. Pada gilirannya, biarkan anak bermain sesuka hati mengikuti imajinasinya. 

Bahasa

Kemampuan berbahasa atau kemampuan berbicara yang perlu dilatih di masa balita adalah kemampuan ekspresif dan kemampuan reseptif. Kemampuan ekspresif adalah kemampuan Si Buah Hati berkata-kata, menyuarakan nada, mengungkapkan emosi, dan lain-lain. 

Sedangkan kemampuan reseptif adalah bagaimana Si Buah Hati menyerap, menangkap, dan memahami apa yang disampaikan. Anak usia toddler tahun, kemampuan ekspresifnya masih terbatas karena kemampuan berbicaranya masih terbatas, tapi kemampuan reseptifnya sudah berkembang dengan baik. 

Ini berbeda dengan anak usia prasekolah yang  kemampuan reseptif dan ekspresifnya sudah berkembang dengan pesat. 

Stimulasi:

  1. Banyak-banyaklah berkomunikasi dengan Si Buah Hati, sehingga perbendaharaan kosakatanya akan meningkat pesat. Kemampuan eksresif dan reseptifnya meningkat.
  2. Kenalkan dan tegaskan berbagai emosi lewat kata-kata, baik senang, sedih, marah, malu, dan lainnya. Gisella menyarankan agar orangtua memperlihatkan bagaimana perbedaan berbagai ekspresi emosi itu lewat intonasi, mimik muka, dan lainnya.
  3. Hindari memberi Si Buah Hati gadget tanpa pendampingan meski tujuannya untuk menghibur. Selain berisiko menyebabkan kecanduan, gadget juga dapat menghambat kemampuan berbahasa aktif, sehingga saat menggunakannya Si Buah Hati dan Bunda harus tetap berinteraksi, seperti mengenalkan warna, binatang, dan lainnya.
  4. Hindari menonton tv terlalu lama.
  5. Gunakan flash card agar Si Buah Hati lebih banyak mengenal kosakata.
  6. Sebelum mengenalkan bahasa asing, pastikan Si Buah Hati menguasai bahasa ibu terlebih dahulu agar ia tidak mengalami bingung bahasa. 

Memori

Memori adalah kemampuan Si Buah Hati mengumpulkan, menyimpan, dan mengeluarkan informasi yang diterima. Kemampuan memori sama halnya dengan kemampuan mengingat. 

Di usia toddler, kemampuan daya ingat Si Buah Hati masih terbatas. Untuk itu, orangtua perlu melatihnya. 

Stimulasi:

  1. Menceritakan pengalaman sehari-hari. Misalnya, sehabis pergi bertamasya ke kebun binatang, coba ingatkan Si Buah Hati pengalaman yang baru dialaminya, naik kendaraan apa, hal paling berkesan selama perjalanan, binatang apa sajakah yang ditemui, dan lain-lain.
  2. Setelah diacak, minta Si Buah Hati mengurutkan kembali berbagai benda dari yang paling kecil ke paling besar atau sebaliknya.
  3. Bermain kartu. Perlihatkan dua atau tiga pasa kartu. Setiap pasang kartu harus bergambar sama. Jajarkan kartu-kartu itu, minta Si Buah Hati mengingat gambar-gambar di kartu dan letaknya, lalu tutup kartu itu.  Setelahnya, perintahkan Si Buah Hati untuk membuka satu kartu dan mencari pasangannya. Semakin kuat daya ingatnya, semakin mudah ia menemukan kartu yang dibukanya.
  4. Simpan beberapa mainan di beberapa tempat tersembunyi dengan mengajak Si Buah Hati. Lalu, setelah semua mainan disembunyikan, minta Si Buah Hati menemukan mainan yang Bunda sebutkan. Setiap kali ia bisa mengingat letak dan menemukan mainan yang dimaksud, berikan pujian.

Problem Solving (Kemampuan Memecahkan Masalah)

Ajari Si Buah Hati kemampuan untuk memecahkan masalah sejak dini. Dengan kemampuan berpikir konkret yang merupakan kekhasan anak usia prasekolah, Si Buah Hati bisa diajak mencari solusi yang juga bersifat konkret atau yang bisa dilihat, diraba, dan dipegangnya. 

Stimulasi:

  1. Perlihatkan hubungan sebab akibat atau aksi dan reaksi. Misalnya, sediakan dua buah gelas berbeda ukuran, yang lebih besar terisi penuh dengan air, yang lebih kecil kosong. Minta ia menuang air dari gelas besar ke gelas kecil. Lihatlah, karena ukurannya yang lebih kecil, gelas itu tidak dapat menampung seluruh air dari gelas besar. Air pun tumpah.
  2. Ajak Si Buah Hati memasukkan mainan ke lubang yang bentuknya sesuai. Perlihatkan apa yang  terjadi bila mainan dimasukkan ke lubang yang tidak sesuai dengan ukuran dan bentuknya.
  3. Biarkan Si Buah Hati mencoba melakukan rutinitasnya sendiri tanpa dibantu. Misal, makan dan minum, buang air di toilet, memakai baju, dan sebagainya.
  4. Biasakan memberi solusi pada masalah  yang ditemui, misal, tidak membuang mainan yang rusak, tapi memperbaikinya. 

Psikomotorik

Kemampuan psikomotorik berkaitan dengan kemampuan bertindak yang dilakukan Si Buah Hati setelah mempelajari sesuatu. Kemampuan bertindak ini melibatkan aktivitas otot motorik kasar, misalnya lari, melompat, memukul dan aktivitas motorik halus seperti, menggambar, menulis, menjumput, dan memegang.

Stimulasi:

  1. Minta Si Buah Hati untuk menggambar sesuai kemampuannya. Mulai corat-coret hingga menggambar objek yang jelas maksudnya.
  2. Minta Si Buah Hati menjumput mainan atau benda kecil, lalu masukkan ke wadah.
  3. Ajak Si Buah Hati  bergerak untuk melatih keseimbangan dengan berjalan di titian, memanjat, naik-turun tangga, merangkak, dan menangkap. Mengajaknya bersenam juga meningkatkan mood positif Si Buah Hati.
  4. Bermain pasel,  bermain susun balok, dan menempel kolase.

Untuk anak usia prasekolah, Bunda bisa memberikan pelengkap nutrisi, seperti Susu DANCOW 3+ Nutritods. Ini adalah susu pertumbuhan yang diformulasi untuk usia prasekolah 3-5 tahun, mengandung 0 gram sukrosa, tinggi zat besi, zink, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan, tinggi vitamin A & C dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.