Nutrisi

Pentingnya Membuat Susu Pertumbuhan Anak Sesuai dengan Takaran Saji

28-10-2020

Takaran Susu Pertumbuhan Anak Tak Boleh Sembarangan

Selain harus memilih susu pertumbuhan anak yang tepat, Bunda juga harus memperhatikan cara penyajian dan takaran susu untuk Si Buah Hati, lho. sudahkah Bunda mengikuti takaran dan saran penyajian sesuai dengan  yang tertulis pada kemasan susu?  Berikut adalah beberapa alasan mengapa Bunda sebaiknya mengikuti takaran dan saran penyajian yang disarankan dalam kemasan saat membuat susu untuk Si Buah Hati.

 

  1. Nutrisi

Biasanya saran penyajian susu mencakup berapa suhu air yang tepat untuk menyeduh susu. Kenapa hal ini harus diikuti? Dikarenakan beberapa susu pertumbuhan mengandung probiotik atau bakteri baik, suhu air yang terlalu panas berisiko merusak kandungan probiotik dalam susu Si Buah Hati. Bunda tentunya ingin seluruh nutrisi baik yang ada dalam susu tetap terjaga agar dapat bermanfaat untuk Si Buah Hati, kan? Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, suhu air yang pas untuk membuat susu adalah 70 derajat Celcius. Jadi jika Bunda menyeduh air terlalu panas, bisa didiamkan sebentar hingga mencapai suhu ini, ya.
 

  1. Tekstur

Dalam kemasan susu pertumbuhan, biasanya juga dijelaskan berapa banyak air yang diperlukan untuk membuat susu. Ini berkaitan dengan hasil tekstur susu setelah dicampur air. Jika terlalu banyak maka teksturnya akan encer, sedangkan terlalu sedikit membuat tekstur susu jadi kental. Bisa jadi Si Buah Hati kurang menyukai tekstur encer atau kental ini.
 

  1. Rasa

Takaran penyajian dalam kemasan susu pertumbuhan juga biasanya memberikan anjuran berapa sendok susu yang harus Bunda pakai saat membuat susu. Jika tidak mengikuti takaran penyajian, maka dapat memengaruhi rasa susu. Apalagi jika susu pertumbuhan yang Bunda pilih untuk Si Buah Hati yang tidak memiliki kandungan gula dalam susu berupa sukrosa.

 

Selain beberapa alasan tadi, perhatikan juga jumlah penyajian susu pertumbuhan anak setiap hari ya, Bunda. Dilansir dari halaman Ikatan Dokter Anak Indonesia, Si Buah Hati yang berusia di atas satu tahun sebaiknya mengonsumsi susu tidak lebih dari 30% total kebutuhan kalorinya setiap hari karena 70% total kebutuhan kalorinya harus didapat dari makanan padat. Biasanya di kemasan susu, Bunda akan menemukan berapa kalori susu per penyajian. Sedangkan kebutuhan kalori Si Buah Hati yang berusia 4-6 tahun adalah 1600 kkal per hari, berdasarkan Angka Kecukupan Gizi yang telah ditetapkan oleh Kemenkes RI lewat Peraturan Menteri Kesehatan No. 75 Tahun 2013.

 

 

DANCOW 3+ Nutritods  dengan kandungan 0 gram sukrosa, lebih banyak laktosa, tinggi zat besi, zink, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan, tinggi vitamin A & C dan mikronutrien lainnya serta Lactobacillus rhamnosus. Bantu dukung  eksplorasi masa Prasekolah Si Buah Hati usia  3-5 tahun  #PreschoolExpert.

 

Dengan asupan nutrisi yang lengkap dan seimbang, Si Buah Hati jadi lebih terlindungi daya tahan tubuhnya sehingga ia bebas bereksplorasi.

 

Yuk, Bunda pastikan Si Buah Hati yang berada di usia Prasekolah mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dengan membuatkan susu pertumbuhan anak sesuai dengan takaran saran penyajian pada kemasannya. Jika Bunda masih memiliki pertanyaan seputar pentingnya susu pertumbuhan untuk Si Buah Hati, Bunda bisa langsung berkonsultasi dengan para ahli di sini, ya.