Parenting

Cara Mengajari Anak Membaca dengan Kegiatan yang Menyenangkan

21-02-2022

Cara Mengajari Anak Membaca dengan Kegiatan yang Menyenangkan

Saat ini ada sekolah-sekolah yang mensyaratkan anak sudah bisa membaca saat masuk ke kelas 1 Sekolah Dasar. Padahal, usia yang disarankan oleh para ahli pendidikan untuk anak belajar membaca adalah enam tahun.

 

Namun Bunda tak perlu merasa terlalu khawatir dan terbebani dengan hal ini. Tetaplah menstimulasi si Buah Hati dengan cara mengajari anak membaca yang sesuai dengan usianya.

 

Kegiatan membaca sebenarnya sudah bisa diperkenalkan kepada si Buah Hati saat ia masih bayi loh, Bunda. Tentu saja, Bunda yang membacakan buku sementara ia hanya mendengarkan dan merespons apa yang Bunda ceritakan, melihat gambar yang ada di buku, atau ikut serta memegang buku yang dibacakan.

 

Si Buah Hati baru paham bahwa ada cetakan tulisan di buku yang dibaca oleh Bunda saat ia memasuki usia toddler.

 

Pada usia ini pula, ia akan ikut-ikutan membaca seperti yang Bunda lakukan. Ia juga biasanya sudah punya buku favorit dan biasanya akan meminta Bunda untuk membacakannya sampai berulang-ulang. Karena seringnya, kemungkinan besar ia akan hafal cerita buku tersebut, tapi tak bosan meminta dibacakan.

 

Saat memasuki usia prasekolah (usia 3-4 tahun), si Buah Hati mulai senang mengeksplorasi buku sendirian, apalagi dia sudah bisa membuka buku dan membalik halamannya. Namun membaca buku bersama Bunda dan membahas ceritanya tetap menjadi kegiatan yang ia sukai.

Pada usia ini pula, si Buah Hati biasanya akan berusaha untuk membaca yang benar. Apalagi ia sudah mulai mengenal sejumlah huruf dan angka (terutama huruf-huruf yang digunakan di namanya) juga cara menyebutkannya, serta mulai dapat mengeja suku kata.

 

Oleh karena itu, usia empat tahun merupakan usia yang tepat untuk Bunda mulai mengajarkan si Buah Hati dasar-dasar membaca. Lakukan dengan cara mengajari anak membaca yang menyenangkan dan tidak memaksa, sehingga ia menikmati prosesnya.

 

Menurut para ahli, membaca buku cerita dengan suara merupakan cara cepat mengajari anak membaca yang efektif. Lakukan dengan  ekspresif dan interaktif untuk membuat perhatiannya terfokus ke cerita yang dibacakan.

 

Berikut ini beberapa tips cara mengajari anak membaca dengan mudah dan menyenangkan yang dapat Bunda terapkan:

 

  • Jangan ragu berekspresi

Membaca dengan suara yang datar bisa membuat si Buah Hati menjadi cepat bosan dan menganggap kegiatan membaca tidak menarik. Karena itu, Bunda jangan ragu untuk berekspresi saat membaca, misalnya dengan menggunakan suara-suara yang lucu dan unik. Saat ada karakter hewan, Bunda bisa menambahkan suara yang khas dari hewan tersebut, misalnya “Meow”, “Mooo”, atau “Petok petok”.

 

  • Lakukan dengan interaktif

Sesekali, Bunda bisa berhenti membaca dan bertanya kepada si Buah Hati, “Apa ya, yang akan terjadi kemudian?” Bisa juga Bunda meminta pendapatnya tentang ilustrasi yang digunakan untuk menggambarkan jalan cerita atau karakter dalam cerita. Bunda bisa jadi akan terkejut mendengar jawaban yang ia berikan.

 

  • Selipkan kegiatan menyanyi

Jika ada cerita yang berkaitan dengan lagu anak-anak yang dikenal oleh si Buah Hati, tak ada salahnya Bunda mengajak ia menyanyi bersama. Misalnya ada gambar pelangi di ilustrasi cerita, maka Bunda bisa mengajaknya menyanyikan lagu Pelangi. Atau jika diceritakan karakter utamanya naik kereta api, maka Bunda bisa menyanyikan lagu Naik Kereta Api.

 

  • Ajak membaca selain buku

Huruf dan kata tidak hanya ada di dalam buku, tapi juga di mainan, kemasan produk, billboard, papan nama jalan, dan lainnya. Bunda bisa mengajaknya membaca kata-kata tersebut dan mengejanya. cara mengajari anak membaca ini menjadi selingan yang menyenangkan dari membaca buku.

 

Untuk memastikan si Buah Hati memiliki amunisi yang cukup untuk belajar membaca, jangan lupa Bunda berikan asupan nutrisi yang adekuat.

 

Salah satunya dengan pemberian susu yang mengandung nutrisi sesuai dengan kebutuhan anak usianya, Bunda bisa berikan ia Dancow 5+ Nutritods.

 

Dancow 5+ Nutritods mengandung 0 gram sukrosa serta nutrisi esensial berupa zink, Vitamin C dan D, minyak ikan, omega-3 dan 6, serta serat pangan. Susu bubuk ini dilengkapi pula dengan Lactobacillus rhamnosus.

 

Menerapkan cara mengajari anak membaca jadi lebih mudah dilakukan jika si Buah Hati siap belajar dengan dukungan asupan nutrisi yang adekuat.

 

Referensi: