Parenting

6 Cara Ajarkan Anger Management pada Si Buah Hati

04-11-2020

Ajarkan "Anger Management" pada si Kecil

Menginjak usia toddler, Si Buah Hati sudah mulai bisa mengekspresikan perasaannya. Mulai dari rasa senang, sedih, suka dan tidak suka, hingga marah. Bagaimana bila Si Buah Hati melepaskan emosinya di tempat umum? Kebanyakan Bunda akan panik, bahkan ada yang membiarkan Si Buah Hati meraung-raung sampai menjadi pusat perhatian.

Menurut Jurnal Pendidikan Anak, Volume 3, Edisi I, Juni 2014, biasanya ekspresi akan akan berbeda-beda. Mulai dari menangis, memukul, menendang, menjerit, melengkungkan punggung, menahan napas, melemparkan barang, sampai menggigit Bunda atau Ayahnya. 

Dalam jurnal itu, peneliti anak, Zainul Muttaqin mengatakan, ungkapan kemarahan atau temper tantrum terjadi karena anak belum mampu mengungkapkan kemarahan dan emosi secara tepat.

Kemarahan sendiri merupakan ungkapan emosi yang natural dan sehat untuk dipelajari, dan Bunda tidak perlu melarang Si Buah Hati untuk marah. Sebagai penyeimbang, latihlah Si Buah Hati untuk bisa mengekspresikan kebahagiaan dan kemarahannya secara tepat sehingga menjadi pribadi yang baik di lingkungan sosialnya kelak. 

Yuk, Bunda, kita simak tips berikut untuk mengajari Si Buah Hati mengontrol emosi mereka.

1. Ketahui Pemicu

Ketika Si Buah Hati mulai mengeluarkan sinyal-sinyal emosinya, Bunda harus mulai sadar hal apa yang membuatnya tidak nyaman. Apakah Si Buah Hati kelaparan, bosan, atau kelelahan. Bisa jadi Si Buah Hati kelelahan dan bosan karena seharian ada di kereta dorong ketika Bunda sedang berbelanja. 

Bunda bisa menggendongnya sebentar atau sekedar beristirahat sambil mengudap camilan di tempat kesukaan Si Buah Hati.

2. Tenangkan Si Buah Hati

Ketika Si Buah Hati murah mengeluarkan sinyal emosinya, yang pertama Bunda lakukan adalah tenangkan diri dahulu. Tarik napas dalam-dalam, kemudian tenangkan Si Buah Hati untuk ikut juga mengambil napas. 

Ajarkan Si Buah Hati untuk menenangkan diri dengan menarik napas ketika dalam keadaan marah. Kemudian ambil tangan Si Buah Hati dan peluklah, sambil katakan “Tidak” bila Si Buah Hati akan memulai serangan pukulan atau kemarahannya. Kemudian ajarkan Si Buah Hati untuk berkata “Aku marah" atau "Aku bosan, Bunda” sebagai gantinya.

3. Jangan Menyakiti Diri Sendiri dan Orang Lain

Poin ini menjadi sangat penting bagi Bunda, karena Si Buah Hati belum memiliki kata-kata untuk ungkapkan kemarahan, sehingga hanya bisa menyerang. Untuk menghindari hal ini semakin parah, Bunda harus mengajarkan dan selalu mengingatkan Si Buah Hati untuk tidak menyakiti diri sendiri dan orang lain di sekitar mereka.

Karena jika dibiarkan, tidak baik untuk kehidupan Si Buah Hati selanjutnya. Sambil memeluk Si Buah Hati, Bunda bisa mengatakan “Kamu boleh marah, tapi jangan pernah sekalipun menyakiti badanmu atau orang lain ya.” Bisa juga dengan kalimat lain yang dimengerti oleh Si Buah Hati.

4. Jangan Merusak Sesuatu

Sama halnya dengan poin di atas, selalu ingatkan Si Buah Hati untuk tidak merusak barang atau benda. Terlebih bila sedang di tempat umum. Bunda bisa menjauhkan barang-barang yang mudah diraih oleh Si Buah Hati, terutama barang pecah belah. Ajaklah Si Buah Hati bicara dengan lemah lembut dan ajarkan mereka cara melampiaskan amarahnya dengan cara lain, misalnya dengan cara mencabuti rumput liar di taman rumah.

5. Tidak Semua Keinginan Terpenuhi Dalam Waktu Singkat

Pernahkah Bunda mengalami momen Si Buah Hati menangis keras di depan toko mainan dan mereka merajuk untuk dibelikan mainan baru? Si Buah Hati menangis keras sampai menjadi pusat perhatian semua orang. Sebagian besar Bunda pasti pernah mengalami hal ini. 

Bunda tidak perlu merasa malu karena membiarkan Si Buah Hati menangis. Karena ketika Bunda selalu menuruti semua keinginan Si Buah Hati bisa jadi mereka akan menjadi manja dan berpikir semua bisa ia dapatkan dengan menangis.

Ada kalanya Si Buah Hati harus sabar untuk bisa memiliki barang yang ia inginkan. Terlebih ketika Si Buah Hati menginginkan suatu benda yang terlalu mahal, ajarkan mereka untuk bersabar dan mulai menabung agar bisa membeli barang yang mereka inginkan.

6. Biasakan untuk Memberi Contoh yang Baik Pada Si Buah Hati

Peran Ayah dan Bunda sangatlah penting bagi Si Buah Hati. Untuk itu, selalu bersikap baiklah ketika sedang di depan mereka. Karena di usia ini, sebenarnya Si Buah Hati sedang dalam tahap proses mengamati dan mengikuti apa yang mereka lihat dan dengar. Jadilah role model yang baik bagi Si Buah Hati.

Bila Bunda sedang marah, sebaiknya pindah ke ruangan lain yang jauh dari pandangan Si Buah Hati. Atau ketika Bunda memarahi Si Buah Hati jangan pernah menggunakan kalimat kasar atau kalimat negatif. 

Secara tidak langsung sikap Ayah dan Bunda menjadi pelajaran bagi Si Buah Hati. Selain itu ingatkan juga seluruh keluarga untuk memberikan contoh yang baik bagi Si Buah Hati, terutama bila Bunda bekerja dan waktu Si Buah Hati lebih banyak dengan kakek-neneknya maupun baby sitter.

Selain tips di atas mungkin Bunda bisa ekplorasi cara menenangkan Si Buah Hati ketika mereka sedang marah. Karena treatment untuk menenangkan setiap Bunda pada Si Buah Hati memiliki cara yang berbeda-beda. 

Hal yang terpenting Bunda selalu mendampingi Si Buah Hati pada saat mereka membutuhkan Bunda. Karena setiap saat adalah proses bagi Si Buah Hati untuk menjalani perkembangan kehidupan mereka.

Untuk mendukung perkembangan emosional anak, Bunda bisa memberikan DANCOW 1+ Nutritods. Ini merupakan produk susu yang diformulasi untuk anak Indonesia usia toddler 1-3 tahun, dengan kandungan 0 gram sukrosa, tinggi kalsium & protein, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan inulin dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.