Parenting

4 Cara Ajarkan Si Buah Hati Berempati

14-11-2020

Mari Ajarkan Si Kecil Berempati

Kemampuan empati membuat kita mampu merasakan perasaan orang lain, yang pada akhirnya mendorong kita untuk hidup bersama orang lain secara nyaman dan aman.

Empati adalah kemampuan untuk mengenali emosi atau perasaan orang lain. Empati mengajarkan kita untuk bisa menempatkan diri pada posisi orang lain yang kita hadapi, dengan turut merasakan apa yang mereka rasakan juga.

Apa Itu Empati?

“Empati mengedepankan bagaimana seseorang dapat mengekspresikan perasaannya dengan sikap peduli. Konsep empati memang terbilang abstrak bagi anak-anak. Namun, bukan berarti konsep tersebut mustahil diajarkan padanya,” kata Psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo, MPsi.

Dalam buku The How of Happiness (Penguin Books, London 2008)  Sonja Lyubomirski menuliskan manusia lebih bahagia saat bekerja sama dengan orang lain, daripada melakukan segalanya sendirian. 

Saat seseorang bekerja dalam sebuah kelompok, ia akan tergerak oleh interaksi dan hubungan sosial di dalam kelompok tersebut. Ada perasaan bahagia yang luar biasa saat kita bersikap peduli atau caring pada orang lain.

Dengan mampu berempati pada orang lain, berarti Si Buah Hati mampu untuk memahami bahwa ia adalah individu yang berbeda dan ‘berdiri sendiri’, sehingga anak mengerti orang lain bisa punya pikiran dan perasaan yang berbeda dengannya.

Bagaimana Cara Mengajarkan Empati?

Lalu, bagaimana sebenarnya kita dapat mengajarkan Si Buah Hati berempati sejak dini?

1. Jadikan Bunda Role Model

Sama seperti mengajarkan sopan santun, orang tua adalah role model anak dalam segala hal. Tanpa kita sadari, Si Buah Hati selalu mengamati apa yang kita tuturkan. Gaya bahasa apa yang biasa kita lakukan, bagaimana kita mendeskripsikan orang lain, apakah kita berusaha memahami orang lain atau malah cenderung menghakimi?

Jika kita mampu menekankan pada Si Buah Hati bahwa setiap orang punya alasan di balik perilakunya, itu adalah salah satu cara mengajarkan empati.

2. Memahami Emosi Si Buah Hati

Langkah berikutnya adalah mengenali dan memahami emosi yang dimiliki anak. Kadang tanpa kita sadari, kita berusaha mendikte Si Buah Hati apa yang harus ia pikirkan atau rasakan. 

Misalnya, Si Buah Hati bilang bahwa ia sedih, lalu kita cenderung menolak hal itu, “Sudah jangan sedih, masa begitu saja nangis?” Sebagai orang tua, kita harus bisa memberikan rasa percaya itu pada Si Buah Hati, sehingga ia bisa mengenali dirinya sendiri dengan baik, termasuk tahu bagaimana batasan diri.

3. Membacakan Cerita Ke Si Buah Hati

Cara lain untuk mengajarkan berempati adalah dengan membacakan semua jenis cerita pada Si Buah Hati, baik cerita sedih, cerita gembira, dst. Buku memberikan beragam emosi yang bisa mendorong anak mengenali dan merasakan emosinya. 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa membaca cerita tentang beragam emosi meningkatkan kemampuan anak untuk berempati. Tanyakan pada Si Buah Hati perihal perasaan si tokoh, seperti “Burung kesayangan Captain Jack hilang, kira-kira dia sedih atau gembira?”

4. Peduli Terhadap Perasaan Si Buah  Hati

Tunjukkan rasa peduli kita pada perasaan anak dengan mendengarkan dan menyimaknya dengan baik, mulai kontak mata, mengulang apa yang ia sampaikan, hingga sentuhan seperti pelukan, kecupan, atau bahkan usapan. 

Contoh, saat Si Buah Hati gemas lalu memukul kita, daripada langsung marah, lebih baik berucap, “Bunda sedih kamu pukul Bunda. Itu sakit. Kalau memang tidak mau pakai baju ini, coba katakan saja, baju mana yang mau kamu pakai.” 

Si Buah Hati belajar bahwa tindakannya berpengaruh pada orang lain, sehingga ia tahu lain waktu ia pun bisa melakukan sesuatu saat melihat orang lain kesulitan, kesusahan, atau bahkan gembira.

Pada akhirnya, penting bagi kita untuk menanamkan bahwa anak laki-laki maupun perempuan sama-sama harus bisa berempati, bukan cuma anak perempuan saja yang perlu berempati. Berempati adalah salah satu kemampuan bersosialisasi  yang perlu dikuasai anak.

Oleh karena itu, kita bisa memulai membangun sikap empati sejak dini, sebab mengajarkan empati butuh proses secara bertahap, dan inilah perjalanan panjang orang tua dalam membesarkan dan mendidik anak.

Bunda bisa mendukung kemampuan sosialisasi dan empati dengan melengkapi nutrisi harian, seperti Susu DANCOW 3+ Nutritods. Ini adalah susu pertumbuhan yang diformulasi untuk usia prasekolah 3-5 tahun, mengandung 0 gram sukrosa, tinggi zat besi, zink, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan, tinggi vitamin A & C dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.