Parenting

3 Cara Bersihkan Telinga Anak dengan Aman

13-09-2018

3 Cara Bersihkan Telinga Anak dengan Aman

"

Suatu hari, si Kecil Syifasalha mengeluh sakit di telinga. Bunda Shabrina segera membawa Syifa ke dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) untuk melakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan, ternyata ada air yang masuk ke dalam kupingnya. Cairan tersebut terperangkap karena jalan keluar dari lubang telinga tertutup kotoran. “Hal itu karena saya terbiasa mengorek-ngorek telinga Syifa, sejak ia berusia satu tahun,” kata Shabrina dengan nada menyesal.

Setiap Bunda pasti selalu ingin menjaga telinga si Kecil tetap bersih. Sehingga ia bisa mendengar secara optimal. Sebab, anak yang berusia 1–3 tahun sangat membutuhkan indra pendengaran yang baik untuk mendukung perkembangan bahasa anak. Tetapi, proses pembersihan harus dilakukan dengan baik dan benar. Jangan sampai niat baik Bunda malah membuat kupingnya terluka, tersumbat, dan pendengarannya malah jadi terganggu.

Telinga memang salah satu bagian terbuka dari tubuh manusia. Namun, debu tidak bisa begitu saja masuk, sebab liang telinga berbentuk seperti huruf S. Selain itu, kuping dilengkapi rambut halus dan kelenjar minyak yang berfungsi menangkap benda asing yang lolos dari rintangan berkelok di bagian terluar telinga. Kelenjar minyak itu akan membentuk lilin telinga atau serumen, yang kemudian akan dikeluarkan bersama kotoran.

Angga Putranto melakukan penelitian berjudul Pengaruh Kebiasaan Mengunyah Terhadap Terjadinya Serumen Obsturan di RSUD Wates Kulonprogo. Dalam karya tulis ilmiahnya, dia menjelaskan tentang sistem pengeluaran serumen yang ada di telinga. Pada keadaan normal, serumen tidak akan tertumpuk di tiang telinga dan akan keluar sendiri pada waktu mengunyah. Setelah sampai di luar liang telinga, lilin dan kotoran akan menguap oleh panas. Mekanisme ini akan menjaga agar jumlah serumen di liang telinga tidak terlalu banyak dan mengganggu pendengaran. Tetapi juga tidak terlalu sedikit sehingga tetap mampu menangkal benda asing yang masuk ke dalam telinga.

Jadi, sebenarnya kotoran dan serumen di telinga anak bisa keluar sendiri tanpa harus dibersihkan. Namun, Bunda pasti ingin menjaga kesehatan anak, dan membuat telinga si Kecil selalu bersih setiap saat. Sehingga Bunda berinisiatif untuk mengorek-ngorek kupingnya. Berikut sejumlah tips, bila Bunda tetap ingin membersihkan telinga si Kecil:

1. Hanya Bersihkan Telinga Bagian Luar

Kuping si Kecil berkelok-kelok. Hal ini membuat debu tidak bisa langsung masuk ke dalam lubang telinga dengan mudah. Sehingga banyak kotoran yang terperangkap di lipatan daun telinga. Bunda hanya perlu membersihkan bagian luar telinganya. Lakukan dengan menggunakan kapas atau kain lembut yang ditetesi minyak khusus bayi.

2. Jangan Masukkan Cotton Bud Terlalu Dalam

Bunda juga bisa membersihkan telinga si Kecil dengan menggunakan cotton bud. Pastikan Bunda tidak memasukkan dan mengkorek telinga anak terlalu dalam. Sebab, bisa jadi tindakan itu justru akan mendorong serumen masuk ke dalam dan menyumbat lubang telinga. Masih menurut penelitian Angga Putranto, kebiasaan mengorek telinga juga malah akan menambah produksi serumen, sehingga malah menyumbat telinga juga.

3. Bersihkan Telinga di Bawah Cahaya Terang

Lubang telinga cukup gelap, sehingga Bunda membutuhkan cahaya untuk melihatnya. Lakukan pembersihan telinga pada siang hari, dan di tempat terang. Jika perlu, gunakan tambahan cahaya dari lampu atau senter. Ambil lelehan serumen yang terlihat. Jangan memaksakan melihat dan mengambil serumen yang ada di bagian telinga dalam.

Jika si Kecil adalah tipe anak yang tidak bisa diam dan selalu aktif bergerak, lakukan pembersihan telinga saat sedang tertidur pulas. Namun, bila Bunda tetap merasa ragu untuk membersihkan telinganya, maka bawa dia ke dokter THT. Biarkan para ahli yang membersihkan telinganya. Lakukan pemeriksaan ke dokter secara berkala. Agar telinga anak tetap bersih dan pendengarannya jernih.

Dancow bantu lindungi eksplorasi si Kecil #DANCOWLindungi

"