Stimulasi

Minta Anak Makan Sendiri? Siapa Takut!

14-02-2022

Minta Anak Makan Sendiri? Siapa Takut!

Duh aku gak mau nyuruh anakku makan sendiri. Pasti bikin berantakan. Udah gitu, lama lagi makannya!” Apakah kata-kata ini sering terlintas di pikiran Bunda? Mendampingi anak yang sedang belajar makan sendiri memang merupakan salah satu masa yang melelahkan. Makanan yang dilempar, lantai yang jadi kotor, dan makanan yang tidak kunjung habis karena tidak dikunyah menjadi pemandangan sehari-hari  saat Bunda menemani Si Buah Hati makan. Mungkin seringkali Bunda mengambil jalan pintas dengan menyuapi Si Buah Hati agar segalanya bisa cepat selesai  dan rumah tidak kotor. Namun, Bunda tidak bisa terus menerus menyuapi Si Buah Hati, kan? Akan ada masanya dimana Si Buah Hati sudah harus bisa makan tanpa dibantu. Bagaimana ya cara membuat Si Buah Hati berani makan sendiri? Yuk, simak artikel berikut ini.

 

Ajarkan Anak di Usia yang Tepat

Tahap awal yang perlu Bunda lakukan agar Si Buah Hati berani makan sendiri adalah mengajarkan Si Buah Hati di usia yang tepat. Terlalu awal mengajarkan Si Buah Hati akan membuatnya merasa  tertekan  sehingga  berisiko  membuat  Si  Buah  Hati  menghindari aktivitas makan. Nah, kapan ya usia yang tepat ini?  Biasanya,  anak  bisa  mulai diajarkan makan sendiri saat ia sudah mampu duduk tanpa  dibantu. Hal ini terjadi saat Si Buah Hati berusia 8 hingga 12 bulan. Di rentang usia ini, Bunda dapat memberikan finger foods, yaitu makanan  yang  mudah  digenggam.  Hal  ini  berkaitan  dengan  perkembangan  motorik  halus Si Buah Hati,  dimana  idealnya  ia  sudah  mulai  menggunakan  ibu jari dan jari telunjuknya untuk mengambil makanan sendiri. Perkembangan motorik halus Si Buah Hati akan terus berkembang. Memasuki usia 1  tahun,  Si  Buah  Hati  sudah  lebih  kuat  menggenggam sehingga ia dapat mulai menggunakan  sendok  untuk  makan.  Nah,  di  usia  ini  lah  inilah Bunda dapat lebih sering mendorong Si Buah Hati  untuk  makan  sendiri  (Marotz  &  Allen, 2013). Selain sejalan dengan tahap perkembangan motorik  halus,  mendorong anak untuk makan sendiri di sekitar usia ini juga sesuai  dengan  tugas  perkembangan  sosio-emosional anak di usia yang sama.

 

Berikan Kesempatan pada Anak

Dari perspektif perkembangan sosio-emosional, di usia 18 bulan hingga 3 tahun, anak mulai merasa mampu melakukan berbagai hal secara mandiri. Kunci dari perkembangan anak di tahapan  usia  ini  adalah  kesempatan  untuk  mencoba  menjalani  rutinitas  sehari-hari, termasuk makan sendiri (Marotz & Allen, 2013). Saat memberikan anak kesempatan untuk makan sendiri, artinya Bunda membiarkan Si  Buah  Hati  makan  sendiri  tanpa  memberikan kritik berlebihan terkait perilaku makannya (Crystal Karges Nutrition,  2019).  Sebenarnya, dengan mengamati perilaku makan Bunda, anak sudah  memahami  perilaku  makan  yang benar. Akan tetapi, masih terbatasnya kemampuan motorik membuat  Si  Buah  Hati menampilkan perilaku makan yang kita nilai kurang baik (Marotz & Allen, 2013). Kesempatan yang Bunda berikan  kepada  Si Buah Hati untuk dapat makan sendiri akan membuat Si Buah Hati yakin akan kemampuannya. Dampak jangka panjang dari hal ini adalah Si Buah Hati tumbuh menjadi anak yang percaya diri. Sebaliknya, apabila Bunda cenderung melarang, Si Buah Hati akan tumbuh menjadi anak yang peragu (Marotz & Allen, 2013).

 

Percaya pada Anak

Pertanyaan yang berikutnya muncul adalah “Gimana ya biar berani kasih kesempatan buat anak? Takut deh kalau nanti tersedak. Atau jarinya luka kena garpu!” Jawaban dari pertanyaan ini merupakan poin terpenting dari apapun yang kita lakukan dalam mengasuh anak, yaitu rasa percaya (trust). Rasa percaya yang Bunda berikan secara tidak langsung akan dirasakan Si Buah Hati, dan memengaruhi tindakan mereka (Crystal Karges Nutrition, 2019). Saat Si Buah Hati merasa Bunda percaya kepadanya, ia akan terdorong untuk berani melakukan hal yang Bunda minta. Akan tetapi, saat Si Buah Hati merasakan keraguan Bunda, ia pun akan ikut menampilkan keraguan. Untuk mengurangi keraguan Bunda membiarkan Si Buah Hati makan sendiri, Bunda perlu percaya bahwa kemampuan untuk makan merupakan salah satu kemampuan bawaan pada anak. Artinya, anak pasti dapat menguasai kemampuan ini. Bunda juga perlu percaya bahwa kemampuan anak  untuk makan sendiri akan semakin baik seiring dengan kesempatan yang mereka peroleh (Crystal Karges Nutrition, 2019). Ingat, practice makes perfect!

 

Membiarkan anak makan sendiri mungkin membuat lantai kotor atau memperlambat waktu makan. Namun, membiasakan anak makan sendiri merupakan salah satu hal yang dapat membentuk anak menjadi pribadi yang percaya diri. Sebelum membiasakan anak untuk makan sendiri, Bunda perlu percaya bahwa Si Buah Hati pasti dapat makan dengan baik. Selain itu, Bunda juga dapat melengkapi kebutuhan nutrisinya dengan DANCOW 1+ Nutritods setiap hari.

 

DANCOW 1+ Nutritods adalah susu pertumbuhan yang diformulasi untuk anak Indonesia usia toddler 1-3 tahun, dengan kandungan 0 gram sukrosa, tinggi kalsium & protein, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan inulin dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus.

 

Jadi, sudah siapkah Bunda mengajarkan Si Buah Hati makan sendiri?

 

 

Referensi:

Crystal Karges Nutrition (2019). Healthy Kids: How to Raise Confident and Competent Eaters. Retrieved December 21, 2021 from https://www.crystalkarges.com/blog/healthy-kids-how-to-raise-confident-and-competent-eaters

Marotz, L. R., & Allen, K. E. (2013). Developmental profiles: Pre-birth through twelve. Wadsworth: Cengage Learning.