Parenting

4 Pola Asuh Ini Dapat Mendukung Si Buah Hati Percaya Diri

16-09-2020

4 Pola Asuh Ini Dapat Mendukung Si Kecil Percaya Diri

Sebagai orang tua, tentu Bunda menginginkan Si Buah Hati tumbuh menjadi anak yang berani mengungkapkan pendapat, menunjukkan potensinya, dan mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Untuk mewujudkan harapan ini, Bunda membutuhkan pola asuh keluarga yang tepat untuk meningkatkan rasa percaya dirinya.

Penjelasan dari dr. Irma Rismayanty menyatakan bahwa kemampuan anak dapat berbeda-beda sesuai dengan usianya. Pada usia 2-3 tahun Bunda dapat mulai mendorong Si Buah Hati untuk melakukan kegiatan yang ia sukai dan lebih mengeksplorasi diri. Hindari sikap menyalahkan jika Si Buah Hati melakukan kesalahan. Hal ini dapat membuat Si Buah Hati menjadi takut untuk mengungkapkan keinginannya.

Kemudian, pada usia 4-5 tahun Si Buah Hati akan cenderung bertanya tentang banyak hal. Peranan Bunda dalam merangsang Si Buah Hati untuk aktif bereksplorasi dibutuhkan agar Si Buah Hati semakin percaya diri. Pertanyaan yang ditanggapi dengan positif akan memunculkan pertanyaan baru dari Si Buah Hati. Hal ini membantunya menjadi pribadi yang kritis.

Si Buah Hati yang Pendiam & Pemalu

Di masa kanak-kanak, Si Buah Hati membutuhkan eksplorasi lebih untuk dapat mengoptimalkan pertumbuhannya. Tapi bila Si Buah Hati termasuk ke dalam golongan anak pendiam atau pemalu, Bunda perlu trik khusus untuk menanganinya.

Menurut psikolog anak dan remaja dari klinik KANCIL, Jakarta, Alzena M. Asykouri, M.Psi., antara Si Buah Hati yang pendiam dan pemalu jelas berbeda. Si Buah Hati yang pendiam lebih banyak berpikir sendiri dan tidak mengemukakan pendapatnya secara lugas. Sedangkan Si Buah Hati yang pemalu memiliki karakter enggan mengekspresikan perasaan selain juga tidak berani mengungkapkan pendapat.

Menelisik tentang penyebab Si Buah Hati menjadi pendiam atau pemalu, psikolog anak dan remaja di klinik konsultasi TigaGenerasi, Jakarta, Anna Surti Aianni, M.Psi, mengatakan bahwa pola asuh dalam keluarga turut mempengaruhi Si Buah Hati menjadi pribadi yang pemalu. Ketika Si Buah Hati sering diledek, dicela, atau disalahkan, ia akan menjadi pribadi yang cenderung malu dan tidak berani bertindak spontan.

Selain itu, pengaruh hukuman dan sering dimarahi juga dapat menyebabkan Si Buah Hati menjadi pendiam. Namun terkadang, Si Buah Hati yang pendiam juga bisa disebabkan oleh kurangnya kosakata. Kondisi ini dapat terjadi bila Bunda tidak cukup memberikan kesempatan Si Buah Hati untuk mengungkapkan sesuatu.

Tips Tingkatkan Rasa Percaya Diri Si Buah Hati

Dengan pola asuh keluarga yang tepat, Si Buah Hati yang pendiam atau pemalu sekalipun akan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Berikut ini adalah beberapa tips meningkatkan kepercayaan diri Si Buah Hati yang dapat Bunda terapkan:

Buat Si Buah Hati Merasa Diterima

Menurut Erica Reischer, Ph.D., yang merupakan penulis sekaligus konsultan keluarga, seorang anak dapat lebih berani mengungkapkan sesuatu ketika diterima di dalam lingkungannya. Cara ini sebenarnya cukup efektif untuk mengoptimalkan tumbuh kembang Si Buah Hati, karena ia bebas menentukan keinginannya.

Berikan Hadiah

Seorang anak dapat meningkat kepercayaan dirinya ketika mendapatkan pujian atas keterampilan barunya. Bunda boleh memberikan hadiah atas interaksi yang dilakukannya. Namun, jika sudah berjanji akan memberikan sesuatu, Bunda harus ingat dan menepatinya, ya.

Ajak Si Buah Hati Berdiskusi

Saran dari Heidi Kiebler-Brogan seorang konselor profesional, mengajak Si Buah Hati berdiskusi tentang suatu hal dapat membantu Bunda lebih memahami karakter Si Buah Hati. Misalnya saja setelah Bunda bertemu dengan seorang teman, Bunda boleh menanyakan pendapat Si Buah Hati tentang pertemuan tersebut.

Latih Bersosialisasi

Memperkenalkan cara bersosialisasi yang baik akan memungkinkan Si Buah Hati terbiasa berkomunikasi dengan orang dan menghindari kecemasan berhadapan dengan orang lain. Maria Zimmitti, Ph.D, presiden Georgetown Psychology Associates di Washington DC, menyarankan  Bunda untuk mengajarkan bagaimana berkenalan dan berinteraksi di keramaian.

Beberapa tips di atas, bisa membantu Si Buah Hati lebih percaya diri dan berani bereksplorasi. Jadi, Bunda tidak perlu ragu untuk katakan “iya boleh” untuk mendukung jiwa petualang Si Buah Hati. Asalkan, kesehatannya terlindungi. Pola asuh keluarga yang membebaskan Si Buah Hati mengeksplorasi dunia sekitarnya dapat membantu optimalkan tumbuh kembangnya.