Stimulasi

Pertumbuhan Gigi Susu Pada Anak: Bagaimana Cara Merawatnya?

21-02-2022

Pertumbuhan gigi

Tahukah Bunda bahwa dalam hidupnya manusia mengalami dua kali pertumbuhan gigi?

 

Kelompok gigi pertama, disebut dengan gigi susu atau gigi sulung, tumbuh dan tanggal pada usia kanak-kanak, mulai dari bayi sampai usia prasekolah-sekolah. Kelompok gigi susu ini kemudian digantikan oleh kelompok gigi permanen atau gigi dewasa yang pertumbuhannya berlangsung terus sampai usia dewasa.

 

Walaupun sifatnya tidak permanen, tapi gigi susu memiliki fungsi penting bagi si Buah Hati, yaitu membantunya belajar makan dan berbicara dengan benar. Makanya, gigi susu harus dirawat dengan baik untuk mencegahnya rusak dan tanggal sebelum waktunya.

 

Urutan Pertumbuhan Gigi Susu

Tidak ada standar yang baku mengenai usia pertumbuhan gigi anak. Gigi susu pertama biasanya muncul pada usia enam bulan, tapi bisa juga baru muncul pada usia 8-10 bulan. Umumnya, pertumbuhan gigi susu akan lengkap sebanyak 20 gigi saat si Buah Hati mencapai usia tiga tahun.

 

Gigi susu yang tumbuh pertama kali umumnya adalah gigi seri depan bawah. Urutan tahap pertumbuhan gigi anak adalah sebagai berikut:

 

  • Usia 6-10 bulan: gigi seri depan bawah.
  • Usia 8-12 bulan: gigi seri depan atas.
  • Usia 9-13 bulan: gigi seri atas.
  • Usia 10-16 bulan: gigi seri bawah.
  • Usia 16-23 bulan: gigi taring atas dan bawah.
  • Usia 13-19 bulan: gigi geraham atas dan bawah.
  • Usia 23-33 bulan: gigi geraham kedua atas dan bawah.

 

Kelompok gigi susu mulai tanggal saat si Buah Hati mulai memasuki usia enam tahun dan berlanjut sampai usianya 12 tahun. Sebelum gigi susu tanggal, bentuk rahang dan tengkoraknya akan berubah untuk memberi ruang bagi gigi permanen untuk tumbuh. Hal ini normal terjadi karena gigi permanen memiliki ukuran lebih besar dibanding gigi susu.

 

Membuat Buah Hati Nyaman saat Tumbuh Gigi

Tumbuh gigi menjadi fase yang tidak nyaman bagi si Buah Hati karena terasa nyeri. Saat tumbuh gigi, ia biasanya akan cenderung gelisah, rewel, mengeluarkan air liur yang banyak, dan suhu tubuhnya sedikit naik.

 

Bunda dapat membantu membuat pertumbuhan gigi lebih nyaman dengan cara sebagai berikut:

 

  • Memberi makanan renyah untuk dikunyah, misalnya apel, wortel, atau mentimun.
  • Mengompres gusi dengan kasa atau kain bersih yang sudah dibasahi air es.
  • Mengusap gusi yang meradang dengan sendok dingin.
  • Memijat lembut gusi dengan jari Bunda yang bersih.
  • Memberi obat penghilang rasa sakit sesuai petunjuk dokter anak.

 

Jika si Buah Hati mengalami demam, diare, dan ruam kulit, maka sebaiknya Bunda memeriksakannya ke dokter anak. Pasalnya, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh tumbuh gigi, tapi oleh penyebab lainnya.

 

Merawat Gigi Susu

Kerusakan gigi dapat terjadi begitu gigi keluar dari gusi. Oleh karena itu, perawatan gigi susu sebaiknya dilakukan sedini mungkin dengan rutin membersihkannya sehabis makan. Saat si Buah Hati sudah berusia satu tahun, Bunda sudah bisa mengajaknya ke dokter gigi untuk melakukan pemeriksaan gigi pertama kali.

 

Pada usia toddler, gigi susu si Buah Hati sudah bisa dibersihkan menggunakan sikat gigi. Gunakan sikat gigi khusus untuk toddler lalu tambahkan pasta gigi anak yang mengandung fluoride cukup seukuran sebutir beras.

 

Sementara untuk anak usia prasekolah, pasta gigi yang digunakan hanya seukuran kacang polong. Sikat giginya dua kali sehari pada pagi dan malam hari.

 

Paparan makanan dan minuman bergula sering menjadi penyebab gigi susu menjadi rusak. Karena itu, sebaiknya Bunda menghindari si Buah Hati berlama-lama minum susu atau jus buah menggunakan botol.

 

Selain itu, biasakan ia untuk berkumur setelah makan agar tidak ada sisa-sisa makanan yang terselip di gigi.

 

Jangan lupakan asupan nutrisi untuk pertumbuhan gigi si Buah Hati ya, Bunda. Salah satu nutrisi yang penting untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi adalah kalsium, yang bisa ditemukan dalam jumlah besar di dalam susu.

 

Untuk si Buah Hati, Bunda bisa memberikan Dancow 3+ Nutritods.

 

DANCOW 3+ Nutritods yang mengandung 0 gram sukrosa, tinggi zat besi, zink, minyak ikan, omega-3  dan 6, serat pangan, Vitamin A dan C dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus. Kandungan kalsium di dalam susu bisa membantu pertumbuhan gigi si Buah Hati.

 

Pemberian nutrisi yang tepat dan sesuai akan membantu si Buah Hati mengalami pertumbuhan yang optimal, termasuk gigi susunya.

 

Referensi:

 

 

 

 

2-Year Molars: Symptoms, Remedies, and Everything Else (2018) – Healthline. Retrieved January 31, 2022, from https://www.healthline.com/health/parenting/2-year-molars